ARGA MAKMUR, BE - Kemarin (11/02) Komisi III DPRD Bengkulu Utara (BU) menggelar hearing dengan pihak PLN Rayon Arga Makmur. Hal tersebut menyikapi persoalan makin meningkatnya intensitas byarpet akhir-akhir ini. \"Kita mendapatkan laporan masyarakat yang mengeluhkan terjadinya pemadaman listrik di BU, serta keluhan mengenai adanya beberapa desa yang belum dipasang jaringan listrik,\" kata Ketua Komisi III, Mohtadin SIP usai hearing. Ditambahkannya, kedua keluhan tersebutl menjadi pokok pembahasan antara Komisi III dengan pihak PLN. Dengan keluhan tersebut, pihak PLN mengatakan, bahwa pihak PLN memiliki beberapa rekanan, yakni PT Kharisma Utama, PT Pelindo dan PT Artha. Ketiga rekanan PLN ini memiliki tugas masing-masing, yakni PT Kharisma bertugas sebagai pencatat meteran yang berhubungan dengan masalah pembengkakan tagihan listrik pada masyarakat yang juga dikeluhkan oleh masyarakat. \"Karena yang terjadi dimasyarakat ini, hanya sistem yakni dicatat dilembaran foto copy yang hanya sebagai gambaran saja. Mungkin karena inilah, petugas tidak ada yang moto dilapangan dan hanya reka-rekaan saja, makanya sering terjadi pembengkakan tagihan pada masyarakat, itu asumsi kita,\" ungkap Mohtadin. Masih kata Mohtadin, untuk masalah sistem jaringan pelayanannya ada di PT Pelindo, sedangkan untuk secara teknis pemasangan ada pada PT Artha. Pihaknya selaku dewan menilai hal ini adanya ketidak tegasan dari pihak PLN untuk menindak rekanan ini, karena penunjukan rekanan ini PLN yang menetukan. \"Kalau seandainya rekanannya membuat pelanggaran-pelanggaran, tentu PLN bisa memutuskan hubungan kerja dan tidak memperpanjang izin kerja sama,\" imbuhnya. Lebih lanjut, Mohtadin mengatakan, hal-hal tersebut diharapkan dewan kepada PLN, agar terjawab semua keluhan masyarakat. Sedangkan pihaknya selaku DPRD memang telah bertahun-tahun mengingatkan hal ini, tapi belum ada tindakan nyata dari pihak PLN dan juga rekanannya untuk menyelesaikan masalah ini. \"Oleh sebab itu, melalui hearing tadi, kami tegaskan dengan mereka, agar segera menertibkan masalah ini, artinya PLN harus memanggil para rekanannya untuk serius dalam melayani masyarakat, karena listrik di BU ini sering padam lalu hidup serta pembengkakan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,\" pungkasnya. (927)
Listrik Kerap Padam, Dewan dan PLN Hearing
Kamis 12-02-2015,16:25 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,12:22 WIB
Tak Perlu Surat Pengantar, Ini Cara Pindah Faskes BPJS Antar-Kota via Mobile JKN
Selasa 03-11-2026,10:25 WIB
Ferry Boboho Bongkar Kisah Awal Kenal Febrie Adriansyah, Singgung Mantan Wakajagung
Selasa 03-11-2026,13:28 WIB
Megawati Hangestri Debut di Hyundai Hillstate, IBK Altos Jadi Ujian Pertama
Selasa 03-11-2026,12:09 WIB
Musim Hujan Bikin Biji Kopi Berjamur? Ini Cara Menjemur dan Menyimpan yang Tepat
Selasa 03-11-2026,10:34 WIB
Lahar Dingin Semeru Mulai Mereda, Bahaya di Sungai Regoyo Belum Berakhir
Terkini
Selasa 03-11-2026,16:25 WIB
Ahli UI Soroti Pemisahan Perkara Korupsi PLTA Musi, Ingatkan Risiko Dua Kali Penghukuman
Selasa 03-11-2026,16:22 WIB
Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Bengkulu Ditargetkan Tahun Ini
Selasa 03-11-2026,16:15 WIB
Pemkot Bengkulu Siapkan Beasiswa Kuliah 2027, Warga Kurang Mampu dan Anak Berprestasi Jadi Prioritas
Selasa 03-11-2026,16:10 WIB
Penyalahgunaan BBM Subsidi Terbongkar di 10 Wilayah Bengkulu, 15 Orang Tersangka
Selasa 03-11-2026,15:53 WIB