CURUP, BE - Letak geografis Kabupaten Rejang Lebong yang berada di wilayah perbukitan dan pegunungan sehingga potensi longsor sangat tinggi. Terlebih lagi saat curah hujan tinggi seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Untuk mengantisipasi adanya jatuhnya lagi korban jiwa akibat bencana longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong meminta agar masyarakat Rejang Lebong terus waspada terutama yang tinggal dilereng bukit atau gunung. \"Memang daerah kita daerah pegunungan, jika hujan terus mengguyur maka potensi akan terjadinya longsor sangat tinggi, oleh karena itu kita meminta agar masyarakat terus waspada,\" harap Kepala BPBD Rejang Lebong, Masdar Helmi. Menurut Masdar Helmi, saat ini curah hujan yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong masih terbilang tinggi. Tingginya potensi hujan tersebut tentunya akan meningkatkan potensi longsor terutama didaerah yang yang tekstur tanahnya labil seperti dilereng bukit atau tebing. \"Potensi longsor yang mengancam kita bisa terjadi dimana-mana mulai dari perkampungan, jembatan, jalan hingga perkebunan warga,\" terang masdar Helmi. Terkait dengan jumlah longsor yang telah terjadi di Rejang Lebong dalam beberapa hari terakhir. Menurut Masdar Helmi pihaknya belum memiliki angka pasti terkait jumlah longsor tersebut. Namun untuk tanggap bencana sendiri ia mengakui personilnya selalu siaga untuk meminimalisir korban mencana. \"Setiap ada informasi petugas kita langsung kita terjunkan kelapangan untuk membantu warga dan meminimalisir adanya korban terutama korban jiwa,\" jelas Masdar Helmi. Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, lokasi longsor yang terjadi di Rejang Lebong sebagian besar terjadi di kawasan jalan lintas Curup-Lubuklinggau, kemudian di kawasan jalan lintas Curup-Lebong dan disejumlah titik di kawasan Kecamatan Sindang Beliti Ulu hingga ke Kecamatan Sindang Beliti Ilir dan Kota Padang. Hingga hari ketiga pasca adanya lopngsor yang merenggut korabn jiwa di Kecamatan Ssndang Beliti Ulu (SBU) belum ada informasi tambahan terkait kemungkinan adanya korban tambahan akibat tanah longsor. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Rejang Lebong sejak Sabtu (7/2) sore menelan korban jiwa. Setidaknya ada empat warga Kecamatan SBU yang menjadi korban longsor yang terjadi pada Minggu (8/2) dini hari. Tiga orang dalam satu keluarga warga Tanjung agung tewas didalam pondok yang tertimbun longsor, dan satu warga tewas di tengah jalan kebun kopi di Desa Lubuk Alai Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU). (251)
Longsor Masih Hantui RL
Rabu 11-02-2015,15:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,16:02 WIB
Terhimpit HGU PT API, Petani Mukomuko Hadapi Ketidakpastian Lahan: “Kami Berkebun untuk Hidup”
Rabu 01-04-2026,15:52 WIB
Bupati Seluma Sambut Kunjungan Menhan, Tinjau Batalyon 891/TP
Rabu 01-04-2026,15:56 WIB
Jadi Saksi Nikah Warga, Jadwal Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Sampai Penuh
Rabu 01-04-2026,15:49 WIB
HKPD 2027, Nasib PPPK Pemkab Bengkulu Selatan Masih Menunggu Kepastian
Rabu 01-04-2026,19:26 WIB
Bank Tanah dan Pemkot Bengkulu Teken MoU, Dorong Optimalisasi Lahan untuk Pembangunan dan Kesejahteraan
Terkini
Kamis 02-04-2026,14:40 WIB
Pasar Panorama dan Pasar Minggu Kembali Semrawut, Asisten II Perintahkan Satpol PP Bergerak
Kamis 02-04-2026,14:38 WIB
Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Bengkulu Rampung, Hasil Tiga Besar Segera Diumumkan
Kamis 02-04-2026,14:37 WIB
Disdikbud Kota Bengkulu Terapkan English Day, Latih Kepercayaan Diri Siswa Berbahasa Inggris
Kamis 02-04-2026,14:34 WIB
Angin Segar, Gubernur Bengkulu Terbitkan SE Larang Bupati/Walikota Pecat PPPK, Ini Poin Pentingnya
Rabu 01-04-2026,19:26 WIB