LEBONG UTARA,BE - Kondisi Kabupaten Lebong yang dikelilingi hutan lindung dan Taman Nasional kerinci Sebelat (TNKS) membuat Yayasan Akar Foundation Bengkulu akan memperjuangkan hutan adat. Apalagi, dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi nomor 35/2012 tentunya membuka ruang bagi pengakuan kawasan hutan adat. Didalam putusan MK 35/2012 tersebut, kawasan hutan tidak lagi merupakan hutan negara semata, tetapi juga diakomodasi bagi hutan adat. Demikian pula, Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa telah membuka peluang bagi pengelolaan hutan oleh masyarakat. Diungkapkan Direktur Yayasan Akar Bengkulu, Erwin Basrin saat ini ada lima desa yang telah dilakukan pemetaan untuk mengeluarkan hutan negara menjadi hutan adat yakni antara lain Desa Pelabai, Desa Kota Baru Santan, Desa Embong I, Desa Embong Uram, dan Desa Kota Baru. \"Lima desa inilah yang saat ini langsung berbatasan dengan Hutan Lindung dan TNKS. Tentunya masyarakat hukum adat rejang di Kabupaten Lebong tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Seperti Desa Embong Uram, Embong I dan Kota Baru untuk memetakan wilayah adat yang sejak tahun 1982 dinyatakan masuk menjadi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Berdasarkan pemetaan partisipatif, luas wilayah Embong Uram yang masuk TNKS adalah 1.517 hektar, Embong I seluas 1.072 hektar dan Kota Baru seluas 698 hektar,\" ungkap Erwin. Untuk itu, pihaknya kedepa akan memperjuangkan agar wilayah hutan adat tersebut bisa kembali dikelola oleh masyarakat. Hal ini karena sampai saat ini aturan-aturan mengenai wilayah dan hutan adat Rejang yang diwariskan oleh nenek moyang masih diakui dan ditaati. Dengan kata lain, pemberlakuan hukum negara pada wilayah adat Rejang tidaklah membuat masyarakat meninggalkan atau melupakan hukum masyarakat adat, salah satu contohnya menyangkut hutan larangan dan cadangan,\" kata Erwin.(777)
Akar Perjuangkan Hutan Adat
Selasa 03-02-2015,11:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,16:02 WIB
Terhimpit HGU PT API, Petani Mukomuko Hadapi Ketidakpastian Lahan: “Kami Berkebun untuk Hidup”
Rabu 01-04-2026,14:15 WIB
Musrenbang RKPD 2027, Pemkot Bengkulu Tekankan Prioritas Infrastruktur dan Pariwisata
Rabu 01-04-2026,15:52 WIB
Bupati Seluma Sambut Kunjungan Menhan, Tinjau Batalyon 891/TP
Rabu 01-04-2026,15:56 WIB
Jadi Saksi Nikah Warga, Jadwal Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Sampai Penuh
Rabu 01-04-2026,15:49 WIB
HKPD 2027, Nasib PPPK Pemkab Bengkulu Selatan Masih Menunggu Kepastian
Terkini
Rabu 01-04-2026,19:26 WIB
Bank Tanah dan Pemkot Bengkulu Teken MoU, Dorong Optimalisasi Lahan untuk Pembangunan dan Kesejahteraan
Rabu 01-04-2026,16:02 WIB
Terhimpit HGU PT API, Petani Mukomuko Hadapi Ketidakpastian Lahan: “Kami Berkebun untuk Hidup”
Rabu 01-04-2026,15:56 WIB
Jadi Saksi Nikah Warga, Jadwal Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Sampai Penuh
Rabu 01-04-2026,15:54 WIB
Wacana Sekolah Daring 1 April Batal, Disdikbud Kota Bengkulu Tegaskan KBM Tetap Tatap Muka
Rabu 01-04-2026,15:52 WIB