CURUP, BE - Meskipun saat ini masyarakat dirisaukan dengan beredarnya apel yang diduga mengandung bakteri. Namun hingga kemarin, Dinas Koperasi UKM Perindusrian dan Perdagangan Rejang Lebong belum mengambil tindakan. Menurut Kepala Diskop UKM Perindag Rejang Lebong, Endang Usmansyah SH, melalui Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Nahwan SH, pihaknya belum bisa melakukan tindakan seperti penarikan. Karena pihaknya belum mendapat surat perintah atau penarikan apel yang diduga mengandung bakteri tersebut, baik dari Dinas Kesehatan maupun instansi terkait lainnya. \"Bila nanti sudah ada Surat Edaran, kita sudah memiliki landasan untuk melakukan penertiban atau penarikan,\" ungkap Nahwan. Terkait dengan keberadaan pael yang berasal dari Amerika tersebut, Nahwan menjelaskan pihaknya belum bisa mengetahui dengan pasti apakah ada di Rejang Lebong atau tidak. Hal tersebut karena pihaknya belum mengetahui secara jelas bagaimana ciri-ciri apel yang diduga mengandung bakteri berbahaya tersebut. \"Kita belum mengetahui bentuk dan ciri-cirinya, namun kita mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dalam memilih dan membeli buah-buahan terutama apel,\" harap Nahwan. Seperti yang kita ketahui belakangan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan ditemukannya apel yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes, pada apel impor asal Amerika Serikat, yakni jenis Granny Smith dan Royal Gala. Bakteri yang terkandung dalam apel dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sedang pada orang sehat yang terinfeksi mungkin menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. Tak hanya itu, infeksi Listeria, dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil. (251)
Disperindag Tunggu Perintah
Sabtu 31-01-2015,13:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-04-2026,15:38 WIB
Senator Destita Ungkap Strategi Komunikasi Publik Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Sabtu 25-04-2026,09:09 WIB
Jemaah Haji Diingatkan Patuhi Larangan di Masjidil Haram dan Tanah Haram, Ini Daftarnya
Sabtu 25-04-2026,09:03 WIB
Tips Kesehatan Haji dari Kemenkes, Jamaah Diingatkan Cegah Dehidrasi dan Heatstroke
Sabtu 25-04-2026,09:24 WIB
FISIP UNIB Gelar International Discussion, Bahas Strategi Komunikasi Publik untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sabtu 25-04-2026,08:44 WIB
Jadi Pengendali Narkoba di Balik Jeruji, Eks Polisi Penembak Siswa SMKN Semarang Dibuang ke Nusakambangan
Terkini
Sabtu 25-04-2026,20:14 WIB
Pengembalian Rp 159 Miliar Jadi Senjata Pledoi, Bebby Hussy Hadapi Tuntutan 8 Tahun Penjara
Sabtu 25-04-2026,20:09 WIB
393 Jamaah Haji Kloter 1 Bengkulu Siap Berangkat, Usung Tema Ramah Lansia dan Disabilitas
Sabtu 25-04-2026,20:04 WIB
Peresmian Pomindo Perdana di Kota Bengkulu, Solusi Minyak Goreng Murah, Bisa Beli 1000 Rupiah
Sabtu 25-04-2026,16:21 WIB