BENGKULU, BE - Setelah sebelumnya melakukan penahanan terhadap 9 orang tersangka Jalan Sentra Pertanian (JSP) Kabupaten Kaur, Kamis (15/1), tim penyidik Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Bengkulu akan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Bengkulu untuk segera menuntaskan perkara tindak pidana korupsi tersebut. \"Kita sudah menahan mereka (tersangka,red), dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati), untuk melimpahkan tersangka beserta barang buktinya. Dan untuk pembuktiannya, nanti kita lihat saja pada proses persidangan,\" tandas Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs M Ghufron MM MSi, melalui Dir Reskrimsus Kombespol Roy Hardi Siahaan SIK SH MH kepada BE, Jumat (16/1). Untuk diketahui, sembilan tersangka yang telah dilakukan penahanan ini diantaranya, M Edian selaku Panitia Pengguna Anggaran (PPA), Lenusdin selaku Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ade Ferywan selaku Kontraktor, Burlian selaku Konsultan pengawas, dan 5 orang tim PHO (Lindartawan, Endang Adrian, Guntur Akhiri, Yustin Hartono dan Sarmadi). Sedangkan 5 orang tersangka lainnya yang merupakan panitia lelang (Hi, Fa, De, Pa dan Yu) hingga saat ini belum dilakukan penahanan. Dikatakan Roy, penahanan terhadap tersangka ini merupakan hal yang biasa dalam proses pengusutan kasus tindak pidana korupsi dan tentu saja setelah dilakukan beberapa pertimbangan. \"Penahanan ini adalah hal yang biasa. Kita melakukan penahanan setelah melakukan berbagai pertimbangan, kita khawatir tersangka ini akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan kembali mengulangi perbuatan mereka,\" imbuh Roy. Kembali diingatkan, kasus ini berawal dari pembangunan fisik dari proyek JSP di Desa Pondok Pusaka, Kaur yang diduga terdapat mark up dan penyelewengan. Dimana seharusnya panjang jalan yang dibutuhkan oleh petani dalam mengangkut hasil pertanian sepanjang 11 Km. Namun dalam proses pengerjaannya ternyata dikurangi dari RAB yang ada. Begitu juga dengan lebar jalan yang seharusnya 8 meter, realisasi di lapangan tak sesuai prosedur yang ada. Dari hasil perhitungan BPKP Provinsi Bengkulu, total kerugian negara adalah sebesar Rp 2,1 miliar. Sejauh ini, sudah 4 orang tersangka yang bersedia mengembalikan sebagian kerugian negara sejumlah Rp 510 juta dari Rp 2,1 miliar yang ditimbulkan. Sementara 10 orang tersangka lainnya, hingga saat ini belum memberikan penyataan bersedia mengambalikan atau tidak. (135)
Berkas Tsk Jalan Kaur Segera Dilimpahkan
Sabtu 17-01-2015,10:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,16:28 WIB
Sekolah di Kota Bengkulu Bakal Dapat Tambahan Panel Interaktif Digital
Senin 26-10-2026,14:44 WIB
Peran Pesantren Dinilai Besar, Bapperida Mukomuko Dorong Kebijakan Lebih Berpihak
Senin 26-10-2026,14:31 WIB
Polisi Masuk Sekolah, Kapolres Mukomuko Bahas Bullying hingga Game Online
Senin 26-10-2026,16:29 WIB
Pemkot Bengkulu Berpeluang Perpanjang Kontrak PPPK Paruh Waktu
Terkini
Selasa 27-10-2026,14:03 WIB
Warga Kaur Diduga Edarkan 2 Kg Ganja di Bengkulu, Polisi Temukan Sabu di Kamar Kos
Selasa 27-10-2026,13:56 WIB
Pelindo Ingatkan Warga, Jalan Line 1 Pulau Baai Bukan Tempat Buang Sampah
Selasa 27-10-2026,13:53 WIB
Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Perkuat Masa Depan Maritim Indonesia
Selasa 27-10-2026,13:33 WIB
BI dan Pemprov Bengkulu Bahas Strategi Optimalkan Ekspor CPO Daerah
Selasa 27-10-2026,13:32 WIB