Banner HONDA

Stok Dijaga Tetap Aman, SPBU Ibul Bengkulu Selatan Batasi Pengisian BBM

 Stok Dijaga Tetap Aman, SPBU Ibul Bengkulu Selatan Batasi Pengisian BBM

Aktiftas pengisian BBM di SPBU Ibul terlihat lancar, Jumat 3 April 2026.-Renald-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Kabupaten Bengkulu Selatan dipastikan tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026. Meski demikian, pihak SPBU Ibul tetap menerapkan langkah antisipatif dengan membatasi jumlah pengisian guna menjaga kestabilan stok dan distribusi di tengah masyarakat.

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memastikan pasokan BBM tetap merata, terutama di tengah adanya penyesuaian harga BBM non subsidi secara nasional. Dari pantauan di lapangan, aktivitas pengisian di SPBU Ibul terpantau normal tanpa adanya lonjakan antrean.

Manager SPBU Ibul, Radius, mengatakan pembatasan pengisian diberlakukan untuk semua jenis kendaraan sebagai langkah pengendalian distribusi.

“Kami membatasi pengisian untuk roda empat maksimal 25 liter, sedangkan roda dua 5 liter,” kata Radius, Jumat 3 April 2026.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan agar stok BBM tetap tersedia dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara adil. Meski ada pembatasan, pelayanan tetap berjalan seperti biasa tanpa kendala berarti.

BACA JUGA:Kemarau Diprediksi Panjang, BPBD Bengkulu Selatan Siaga Distribusi Air Bersih

BACA JUGA:Dishub Mukomuko Petakan Zona Merah Kecelakaan, Rambu Minim Jadi Ancaman

Untuk pasokan, SPBU Ibul menerima distribusi BBM secara rutin dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

“Pasokan tetap lancar, stok dalam kondisi aman,” tambahnya.

Adapun secara nasional, harga BBM non subsidi per 1 April 2026 mengalami penyesuaian, di antaranya Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp13.350, Dexlite Rp14.500, dan Dex Rp14.800 per liter.

Pihak SPBU mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan merata.

“Gunakan BBM sesuai kebutuhan, agar semua masyarakat tetap bisa mendapatkan pasokan,” tutup Radius. (117)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: