BENTENG, BE - Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah menertibkan kawasan pegununan liku sembilan di Kecamatan Taba Penanjung, masih sebatas impian semata. Sebab sampai saat ini belum diketahui pasti kapan kebijakan mulia itu akan dilaksanakan, mengingatkan warung remang-remang (Warem) di Pegunanan itu tetap beroperasi, meskipun sudah diingatkan beberapa waktu lalu. Kasat Pol PP H Amirul MH menyebutkan, anggotanya siap untuk melakukan pembongkaran terhadap puluhan Warem. Namun, gerakan tersebut masih terkendala dengan administrasi. Sebab sampai saat ini belum ada surat keputusan dari Dinas Kehutan (Dishut) Benteng, mengenai bangunan-bangunan yang melanggaran kawasan hutan lindung disepanjang pegunungan liku sembilan. \"Kita masih menunggu surat dari Dishut,\" tegas Amirul. Keberadaan Warem itu seperti tidak menggubris peringatan dari tim yang diturunkan Pemerintah Daerah (Pemda). Puluhan Warem tetap menjalankan aktifitasnya tanpa melaksanakan pembongkaran sedikitpun. Bupati H Ferry Ramli SH MH beberapa waktu lalu saat menghadiri acara penanaman pohon di kecamatan Pondok Kelapa, menegaskan, bagi Warem yang berdiri dilahan hutan lindung harus dirobohkan paksa. Hal itu dikarenakan melanggar undang-undang. Apalagi Warem-warem tersebut disinyalir dijadikan sarang maksiat. Karena didalam Warem terdapat kamar-kamar petak yang diduga kuat sebagai tempat berbuat maksiat. (**)
Bongkar Warem, Pol PP Tunggu Dishut
Jumat 12-12-2014,15:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,14:08 WIB
DWP Bengkulu Dikukuhkan, Herwan Antoni Dorong Program Nyata untuk Perempuan dan Keluarga
Selasa 27-10-2026,11:03 WIB
Nelayan Kecil Masih Terjebak Kemiskinan, KNTI Soroti Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selasa 27-10-2026,10:54 WIB
10 Prodi Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Cek Pendaftar dan Daya Tampungnya!
Selasa 27-10-2026,11:07 WIB
Target Bedah Rumah 2026 Naik Jadi 400 Ribu Unit, Maruarar Sirait Beberkan Program Rumah Subsidi
Selasa 27-10-2026,13:32 WIB
UNIB Terapkan Mesin Pencacah Limbah Organik, Dorong Produksi Pupuk Organik di Kandang Limun
Terkini
Rabu 28-10-2026,10:20 WIB
Inovasi Baru BRIN, Tepung Singkong Bakal Diuji untuk Padamkan Karhutla
Rabu 28-10-2026,10:16 WIB
Waves of Weave Hadir di Museum Nasional, Pamerkan Wastra dari 10 Negara Asia Tenggara
Rabu 28-10-2026,10:12 WIB
Bukan Sekadar Pesta Kostum, Ini Asal Usul dan Sejarah Halloween
Rabu 28-10-2026,10:07 WIB
Profesor Kardiologi UCL Ungkap Fakta Mengejutkan, Hanya 2 Persen Belanja Kesehatan untuk Pencegahan
Rabu 28-10-2026,10:03 WIB