CURUP, BE- Transmigrasi ke Kabupaten Rejang Lebong bisa memicu kegiatan perambahan hutan. Hal ini diungkapkan, Kepala Resort TNKS, Gusnan, dengan transmigrasi kebutuhan lahan semakin tinggi. \"Saat ini kita sudah kekurangan lahan, tetapi kenapa masih ada kegiatan transmigrasi,\" jelas Gusnan. Terlebih lagi, kegiatan transmigrasi banyak ditempatkan pada lokasi perbatasan dengan hutan. Dengan kondisi tersebut tentunya dapat memicu atau mempermudahkan masyarakat untuk melakukan pembalakan ataupun perambahan hutan. \"Lagi tidak ada transmigrasi saja, perambahan hutan masih terjadi apalagi dengan adanya transmigrasi karena lahan akan semakin sulit,\" tambah Gusnan. Terkait dengan kegiatan perambahan hutan di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya, khususnya di Hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) para pelaku pembalakan liar atau perambahan adalah masyarakat yang sudah memiliki lahan pertanian. \" Hampir 90 persen perambah hutan sudah memiliki lahan diluar hutan. Sehingga tidak benar alasan mereka melakukan perambahan karena terbatasnya lahan pertanian,\" jelas Gusnan. Terkait dengan ancaman kerusakan hutan khususnya di kabupaten Rejang Lebong sebagai daerah konservasi. Ia berharap pemerintah bisa meninjau ulang jika akan kembali lagi melakukan transmigrasi mengingat kondisi lahan di Kabupaten Rejang Lebong semakin sempit seiring bertambahnya jumlah penduduk.(251)
Perambahan Hutan
Senin 03-11-2014,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,12:22 WIB
Tak Perlu Surat Pengantar, Ini Cara Pindah Faskes BPJS Antar-Kota via Mobile JKN
Selasa 03-11-2026,16:25 WIB
Ahli UI Soroti Pemisahan Perkara Korupsi PLTA Musi, Ingatkan Risiko Dua Kali Penghukuman
Selasa 03-11-2026,13:28 WIB
Megawati Hangestri Debut di Hyundai Hillstate, IBK Altos Jadi Ujian Pertama
Selasa 03-11-2026,16:22 WIB
Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Bengkulu Ditargetkan Tahun Ini
Selasa 03-11-2026,12:09 WIB
Musim Hujan Bikin Biji Kopi Berjamur? Ini Cara Menjemur dan Menyimpan yang Tepat
Terkini
Rabu 04-11-2026,10:15 WIB
Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan, Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Jadi Target
Rabu 04-11-2026,10:12 WIB
Kasus Penyadapan Ilegal, Jenderal LSP Terancam Penjara hingga 10 Tahun
Rabu 04-11-2026,10:09 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penetapan Tersangka Jenderal LSP Bukan Kasus Makar
Selasa 03-11-2026,22:35 WIB
Eks Kapolri Hingga Perwira Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Milik Presiden
Selasa 03-11-2026,16:25 WIB