BENTENG, BE - Walaupun, Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) telah melegalkan rencana pendirian pabrik babi yang terletak di Desa Lagan Bungin Kecamatan Talang Empat itu. Namun, tokoh masyarakat (Tomas), warga sekitar pabrik babi tidak sependapat dengan pemda. Pasalnya, warga dan Tomas tidak menyetujui rencana pendirian pabrik babi tersebut. Karena, dapat berdampak menganggu kenyamanan masyarakat dan lingkungan. Apalagi, masyarakat setempat mayoritas beragama Islam. Hasil itu, terungkap dari pertemuan warga, tomas, kades dan Kamenag. \"Penolakan itu, setelah kita melakukan pertemuan tanggal 3 Oktober di Masjid Nurul Ihsan beberapa waktu lalu,\" ujar Kepala Kemenag Benteng, Drs H Ajamalus, MH, kemarin. Menurut Ajamalus, apalagi lokasi pendirian pabrik babi yang dilakoni oleh PT Miang Hua Tbk ini, berhadapan langsung dengan rencana pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assalam Lagan Bungin. Dengan demikian, akan berdampak dengan mental pelajar di MI itu. Karena, hanya dibataskan oleh jalan menuju kawasan pertambangan tersebut. \" Bisa kita bayangkan, jika di depan pabrik terdapat sekolah berlatar belakang agama,\" terangnya. Terkait hal itu, sambung Ajamalus, pihaknya telah membuat surat keberatan dengan beberapa pertimbangan kepada Bupati Benteng, H Fery Ramli, SH, MH atas pendirian pabrik babi tersebut. Surat keberatan itu, langsung disampaikan kepada Asisten I Pemda Benteng, Hendrik Donal, 10 Oktober lalu di ruang kerjanya. Pertimbangan yang disampaikan, seperti harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat, Tomas, tokoh agama, ormas Islam untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan. Jarak antara pabrik dengan pemumkiman warga hanya berjarak sekitar 3 km saja. Selain itu, kedepannya dapat terjadi transaksi jual beli daging babi di tengah - tengah masyarakat. \" Perusahaan harus membuat surat pernyataan jika daging babi itu bukan dibeli dari masyarakat. Melainkan, dari organisasi pemusnah hama babi. Seperti, Perbakin, Porbi dan lainnya,\" jelasnya. Ajalamalus menambahkan, untuk mengantisipasi terjadi gejolak di tengah - tengah masyarakat atas pendirian pabrik babi oleh investor dari negara Cina itu. Pihaknya, berharap Bupati Benteng dapat membatalkan izin pendirian pabrik babi tersebut. Sebab, jika telah terjadi konflik maka sulit untuk diredam. Walaupun, sudah ada warga yang metanda tangani surat persetujuan itu, bukan dari warga sekitarnya. \" Kita tidak tahu warga mana yang mentanda tangani surat pernyataan itu,\" pungkasnya. (111)
Kemenag Tolak Pabrik Babi
Selasa 21-10-2014,16:08 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 26-05-2026,11:49 WIB
Sambut Idul Adha, Astra Motor Bengkulu Salurkan Sedekah Hewan Kurban
Selasa 26-05-2026,09:07 WIB
Pelajar di Daerah Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda
Selasa 26-05-2026,08:57 WIB
Siswa SMKN 3 Mandau Rasakan Pengalaman Kerja Setara Kota Besar Lewat Pos AHASS TEFA
Selasa 26-05-2026,09:02 WIB
Dekatkan Pelayanan, Pos AHASS TEFA SMKN 3 Mandau Siap Servis 12 Motor Honda Per Hari
Selasa 26-05-2026,14:21 WIB
Motor Mogok Padahal Tangki Penuh? Ini 7 Penyebab Utama Menurut Astra Motor Bengkulu
Terkini
Selasa 26-05-2026,15:03 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Intensifkan Strategi Dongkrak PAD Melalui Digitalisasi dan Pengawasan Pajak
Selasa 26-05-2026,14:59 WIB
Plh Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing Salat Idul Adha di Masjid Merah Putih
Selasa 26-05-2026,14:57 WIB
Pemkot Bengkulu Mulai Distribusikan Sapi Kurban ke Berbagai Masjid di Kota Bengkulu
Selasa 26-05-2026,14:52 WIB
Usut Dugaan Korupsi Proyek Pasar Rp700 Juta, Tim Penyidik Kejari Bengkulu Tengah Geledah Kantor Disdagperinkop
Selasa 26-05-2026,14:48 WIB