BENGKULU,BE - 28 migrasi gelap asal Afganistan, Pakistan dan Iran, kemarin (8/3), dipindahkan ke rumah detensi Imigrasi di Pekan Baru, Riau. 28 Imigran gelap itu diangkut menggunakan 2 bus AKAP dengan kondisi tangan diborgol dengan imigran lain. Mereka juga dikawal 28 anggota Polda dan 6 petugas Imigrasi. Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Bengkulu I Wayan Suarta Duksa, didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu Drs Hasanudin MM, mengatakan mereka para imigran itu sengaja diborgol agar tidak kabur dalam perjalanan. \"Sudah ada kejadian didaerah lain karena tidak diborgol ada yang kabur,\" katanya. Dengan kondisi diborgol dan didampingi aparat keamanan diharapkan imigran tersebut tidak kabur. \" Apabila menginap terus di kantor (Imigrasi) kondisinya tidak nyaman bagi mereka dan bagi karyawan kami karena aktivitas kantor sedikit terganggu,\" ujarnya. Ia mengatakan untuk proses selanjutnya akan ditangani oleh imigrasi Pekanbaru dan organisasi internasional untuk migrasi (IOM). \"Di sana (Rumah detensi Imigrasi) memang ada tempatnya khusus, akan lebih nyaman dan mudah pengawasannya,\" tutur I Wayan. Ditambahkan Hasanuddin, berdasarkan hasil pemeriksaan kelengkapan dokumen atau izin tinggal para imigran, seorang warga asal Iran ternyata memiliki paspor. \"Belum dipastikan apakah imigran asal Iran ini akan kembali ke negaranya dengan sukarela atau membutuhkan sponsor. Tapi, masih dikoordinasikan dengan IOM,\" pungkasnya. Penangkapan 28 orang imigran tersebut terjadi dua tahap, yakni enam warga Afganistan awalnya tertangkap dalam razia kendaraan oleh Polres Kabupaten Kepahiang. Atas pemeriksaan dan pengembangan dari enam warga asing tersebut, hanya berselang sehari, 22 orang imigran asal Timur Tengah kembali diamankan setelah tertangkap disebuah hotel. Hasil pemeriksaan terhadap para imigran tersebut diketahui mereka berencana melakukan perjalanan dari Pekanbaru menuju Jakarta melalui jalur darat.\" Menurut mereka ada oknum yang akan memberikan dokumen atau izin tinggal kepada mereka dimana pertemuannya di Jalan Jaksa, Jakarta, dengan rencana izin tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat,\" kata Hasanuddin. Namun, dari Bogor mereka tidak menyebutkan lagi wilayah tujuan, meski dugaan kuat adalah Australia. \" Apakah mereka dideportasi atau di berangkatkan ke Australia, nanti belum ada keputusan. tetapi rasanya tidak mungkin diberangkatkan ke Autralia,\" ujarnya. (100)
28 Imigran Gelap Dibawa ke Riau
Jumat 09-03-2012,16:51 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-04-2026,14:27 WIB
Bupati Mukomuko Jamin Mutasi 109 Pejabat Pemkab Mukomuko Tanpa Transaksional
Rabu 29-04-2026,15:52 WIB
Usai Salat Subuh di Masjid Nabawi, JCH Bengkulu Meninggal
Rabu 29-04-2026,14:17 WIB
Pemkot Bengkulu Matangkan Roadmap KIE Pengelolaan Sampah, Kejar Peningkatan Nilai Adipura
Rabu 29-04-2026,13:57 WIB
DBH Sawit Mukomuko 2026 Anjlok Jadi Rp3 Miliar, Pembangunan Jalan Terancam Terhambat
Terkini
Kamis 30-04-2026,11:55 WIB
BNNP Bengkulu Tangkap Dua Residivis Pengedar Sabu, Puluhan Paket Barang Bukti Dimusnahkan
Kamis 30-04-2026,10:33 WIB
Sekda Bengkulu Selatan Ingatkan Camat Awasi APBDes 2026
Kamis 30-04-2026,10:30 WIB
Disdikbud Bengkulu Selatan Libatkan Desa Tekan Anak Putus Sekolah
Kamis 30-04-2026,10:27 WIB
Polres Kaur Bubarkan Judi Sabung Ayam di Tanjung Kemuning
Kamis 30-04-2026,10:24 WIB