BBM Naik, Tarif Angkutan Naik

Rabu 07-03-2012,13:55 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

BENGKULU,BE- Pemerintah, April mendatang akan menaikkan harga premium dan solar sebesar Rp 1.500 per liter. Bila tak jadi diterapkan, pemerintah hanya punya satu pilihan lain, yaitu memberi subsidi maksimum Rp 2.000 per liter. Kalangan sopir maupun masyarakat keberatan jika pemerintaih menaikkan harga bahan bakar minyak alias BBM. \" Setoran juga pasti naik, jadi gimana kita mikirnya, ya,\" ucap Suherman, salah satu pengemudi angkutan umum. \" Kalau bisa jangan dinaikin, yang susah rakyat kita sendiri,\" katanya. Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah mengatakan telah memerintahkan Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Provinsi, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sedangkan ditingkat Kabupaten/Kota, Dishubkominfo Provinsi akan mengumpulkan Organda dan Dishub Kabupaten/Kota untuk membahas kenaikan tarif setelah kenaikan BBM. \" Dishub melakukan pembahasan organda, untuk menetapkan tarif, setelah BBM naik nanti,\" kata Junaidi. Hal itu dilakukan agar bila BBM naik angkutan kota (Angkot) Angdes (Angkutan Desa), AKAP (Angkutan Kota Antar Provinsi) kenaikan tarifnya disesuaikan dengan pembahasan antara Dishub dan organda. \"Sehingga begitu BBM naik tarif tidak bisa dimainkan. Kalau (BBM) naik Rp 2000 berapa naiknya, kalau naik Ro 1500 berapa tarif resmi angkutan. Harus diseragaman,\" ujarnya. Kepala Dishubkominfo Provinsi Ir Ali Berti Ln mengatakan saat ini bersama Kementerian Perhubungan sedang mengkaji pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada angkutan umum ekonomi. \"Kajian sedang dilakukan. Kita juga harus lihat margin operator angkutan umum apakah mereka merugi karena penumpang kurang, layanan tak bagus, atau orang lebih pilih kendaraan pribadi,\" katanya. Menurutnya, operator angkutan darat juga jangan asal investasi saja. Bisnis pada sektor transportasi membutuhkan investasi yang cukup besar dan manajemennya harus baik. Kerugian banyak terjadi karena manajemen yang buruk. \"Kalau pun ada subsidi lagi, apakah ini akan meningkatkan keuntungan bagi pengusaha. yang jelas saat ini sedang dibahas bersama di Kemenhub, \" ujarnya.(100)

Tags :
Kategori :

Terkait