BENGKULU, BE - Meskipun sudah masuk ke ranah Mahkamah Konstitusi, penolakan hasil Pilpres ternyata masih saja nyaring terdengar di Bengkulu. Kali ini, spanduk bertuliskan \"Tolak Pemilu Curang\" dan \"Tolak Pilpres Curang\" bertebaran di setiap simpang yang ada di Bengkulu. Karena itu, Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamzah SAg mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan spanduk tersebut. \"Kita minta agar masyarakat, simpatisan dan tim sukses untuk senantiasa menjaga ketentraman dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa memancing emosi, seperti memasang spanduk tersebut,\" ujarnya, ditemui BE, kemarin. Orang nomor satu di Bengkulu ini juga berencana akan membahas pemasangan spanduk tersebut secara serius. Bahkan, bukan tidak mungkin, dia akan menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menurunkan spanduk tersebut secara paksa. \"Nanti akan kita bahas lagi, apakah pemasangan spanduk ini dipandang mengancam ketentraman atau tidak,\" pungkasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Bengkulu Sugiharto mengaku telah mengetahui banyaknya spanduk tersebut. Berdasarkan pendataan pihaknya, terdapat 14 lokasi pemasangan spanduk tersebut. Disampaikannya, penyebaran ini seiring dengan sidang perdana gugatan pasangan Capres Cawapres nomor urut satu di Mahkamah Konstitusi (MK). “Bukan domain kami untuk merekomendasikan bentuk pelanggaran ini, karena pemasangan spanduk ini telah masuk ranah keamanan daerah. Kami telah mendata dan melaporkan jumlah titik pemasangan spanduk ke Polres Bengkulu, dan Polres lah yang merekomendasikan untuk tindaklanjutnya,\" jelasnya. \"Pihak kepolisian merekomendasikan kepada Panwaslu, agar berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Bengkulu untuk pelepasannya,\" imbuhnya. Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Kota Bengkulu, Asmawar Arfan menerangkan meskipun, secara organisasional kepartaian tim pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 menolak hasil Pilpres yang digelar 9 Juli lalu, namun tindakan provokatif tersebut bukan dilakukan oleh tim pemenangan Prabowo di Bengkulu. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak malah melancarkan fitnah ke kubunya. \"Pak Prabowo memang menginstruksikan untuk melakukan penolakan hasil Pilpres, tapi untuk pemasangan spanduk ini, bukan kami yang melakukannya,\" ujar Asmawar. (609)
Iringi Sidang MK, Spanduk Bertebaran
Kamis 07-08-2014,10:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,11:41 WIB
Telur Cokelat vs Putih, Benarkah Kandungan Gizinya Berbeda? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,13:45 WIB
Benarkah Makan Malam Selalu Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selasa 01-09-2026,11:08 WIB
Mengapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap? Ini Faktanya
Selasa 01-09-2026,12:51 WIB
Kenapa Cegukan Sulit Berhenti? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Tubuh
Selasa 01-09-2026,12:24 WIB
Air Dingin Bikin Berat Badan Naik? Jangan Terjebak Mitos, Ini Faktanya
Terkini
Selasa 01-09-2026,23:15 WIB
Serbu Promo Honda September, Ada Potongan Angsuran hingga Rp7,2 Juta
Selasa 01-09-2026,23:02 WIB
Astra Motor Bengkulu Umumkan 5 Finalis AHM Best Student 2026, Siap Bertarung di Tingkat Regional
Selasa 01-09-2026,16:58 WIB
Relawan SPPG Ratu Agung Keluhkan Hak Kerja dan BPJS Kesehatan
Selasa 01-09-2026,14:52 WIB
Camkoha Melekat dengan Bengkulu, Ustad Affan: Berawal dari Rakyat Bengkulu
Selasa 01-09-2026,14:48 WIB