HONDA BANNER

Ekonomi Petani Menguat, Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Bertahan di Atas Rp3.000/Kg

Ekonomi Petani Menguat, Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Bertahan di Atas Rp3.000/Kg

IST--

ARGA MAKMUR, BENGKULUEKSPRESS.COM – Stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara menjadi katalis positif bagi kesejahteraan petani di awal tahun 2026. Hingga akhir Januari, harga pembelian di tingkat pabrik konsisten bertahan di level psikologis di atas Rp3.000 per kilogram, sebuah angka yang dinilai ideal untuk mendongkrak pendapatan masyarakat perkebunan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, harga di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menunjukkan tren yang kompetitif. Keberagaman harga ini memberikan opsi bagi petani untuk memilih rantai pasok yang paling menguntungkan.

Adapun harga TBS di tingkat pabrik saat ini bervariasi. Di antaranya PT Mitra Puding Emas sebesar Rp3.170 per kilogram, PT Agricinal Rp3.150 per kilogram, PT Sandabi Indah Lestari A Rp3.150 per kilogram, PT Sandabi Indah Lestari B Rp3.090 per kilogram, dan PT Alno Agro Utama Rp3.190 per kilogram.

Selanjutnya, PT Bumi Anugerah Sawit berada di harga Rp3.070 per kilogram, PT Sandabi Indah Lestari Ketahun Rp3.110 per kilogram, PT Sawit Mulia Rp2.900 per kilogram, serta PT Berkat Bumi Sawit Rp3.100 per kilogram.

Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Safarudin, mengungkapkan bahwa harga yang positif ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas panen. Kematangan buah yang sempurna sangat berpengaruh terhadap rendemen (kadar minyak) yang dihasilkan oleh pabrik.

BACA JUGA:Dampak Bendungan Lubuk Serigo, Petani Bengkulu Tengah Siap Tanam Padi Serentak pada April 2026

BACA JUGA:Tekan Fatalitas Kecelakaan, Polres Bengkulu Selatan Gelar Operasi Keselamatan Nala Mulai 2 Februari

“Ya berdasarkan laporan dari seluruh PKS, rata-rata harga TBS saat ini sudah berada di atas Rp3.000 per kilogram. Kondisi ini tentu sangat positif bagi petani karena dapat meningkatkan pendapatan serta mendorong semangat masyarakat dalam mengelola kebun sawit secara optimal,” ujar Safarudin.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi para petani agar tidak terjebak dalam praktik panen dini demi mengejar harga sesaat. “Petani diharapkan tidak terburu-buru dalam melakukan panen. Kualitas buah sangat berpengaruh terhadap rendemen minyak sawit yang dihasilkan. Jika mutu buah baik, maka harga juga bisa tetap stabil dan menguntungkan petani ke depannya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten berharap stabilitas harga sawit ini mampu memicu efek domino pada sektor ekonomi lainnya, khususnya UMKM di wilayah perkebunan. Dengan meningkatnya daya beli petani, sektor perdagangan dan jasa di Bengkulu Utara diproyeksikan akan tumbuh stabil sepanjang triwulan pertama tahun 2026.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: