TUBEI, BE - Sekalipun telah beroperasi cukup lama, namun angkutan tambang Batubara di Kabupaten Lebong belum memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah Lebong. Padahal di daerah lain semua perusahaan Batubara ditarik retribusi atas angkutan batbara yang hilir mudik setiap hari di jalan protokol. Kerugian daerah akibat tidak adanya PAD ini diperkirakan mencapai Rp 27 juta perbulan. \'\'Meskipun Lebong sebagai daerah penghasil batu bara, ternyata belum mendapatkan retribusi dari jasa angkutan truk batubara. Penyebab kebocoran tersebut, dikarenakan sampai saat ini belum adanya peraturan daerah maupun Peraturan Bupati tentang pengangkutan bahan tambang,\'\' ujar Wakil ketua Komisi II DPRD Lebong M Gustiadi SSos. Karenanya Gustiadi mendesak Pemerintah Daerah segera membuat aturan tentang retribusi angkutan Batu Bara tersebut. \"Seharusnya dibuat Peraturan Bupati untuk penarikan restibusi, sampai ada perdanya,\" tegas Edi Tiger, sapaan akrab M Gustiadi. Edi Tigor menjelaskan di daerah lain retribusi angkutan batu bara dikenakan Rp 3 ribu per ton. Jika setiap harinya kendaraan batubara keluar dari lebong sebanyak 50 mobil setiap mobilnya bermuatan 6 ton. Maka setiap harinya Pemda Lebong kehilangan pendapatan Rp 900 ribu dari 300 ton batubara yang diangkut. \"Jika dikalkulaiskan dalam sebulan retribusi yang hilang mencapai Rp 27 juta. Bila satu tahun kalikan saja berapa kerugiannya,,\" tegas Edi kemarin. Menurut Edi Tiger, sejauh ini Pemda Lebong melalui Dinas Perhubungan, tidak cermat melihat kondisi yang terjadi akibat pengakutan batu bara. Supaya kebocoran restribusi tidak terlalu lama terjadi, seharusnya diupayakan menerbitkan peraturan Bupati sebelum nantinya di Tingkatkan menjadi Perda. Terpisah Kepalas dinas Pariwisata Budaya dan Perhubungan Lebong Drs Aswan ketika di konfirmasi terkait permasalahan ini terkesan mengelak. Ia megungkapkan masih menunggu balasan surat dari Dinas PU Provinsi terkait rute pengakutan Batu bara tersebut. \"Kita masih menunggu putusan dari Dinas PU Provinsi, terkait dengan jalan yang dilalui truk pengangkut batubara. Sebab kita tidak bisa membuat keputusan sendiri,\" elaknya. (320)
Batubara Belum Berikan PAD
Kamis 26-06-2014,10:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,08:07 WIB
Mandi di Muara, Pelajar 14 Tahun Meninggal
Sabtu 02-05-2026,08:01 WIB
Pembangunan 5 Unit RTLH TMMD Ke-128 Seluma Dikebut
Sabtu 02-05-2026,08:03 WIB
Enam Rumah di Rejang Lebong Terbakar, Kerugian Capai Rp 600 Juta
Sabtu 02-05-2026,14:31 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Jenguk Bocah Korban Penculikan
Sabtu 02-05-2026,17:06 WIB
Menko Zulhas Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu, Target Rampung Juli 2026
Terkini
Sabtu 02-05-2026,17:09 WIB
Polda Bengkulu Selidiki Kematian Induk dan Anak Gajah di Mukomuko, Tunggu Hasil Laboratorium
Sabtu 02-05-2026,17:06 WIB
Menko Zulhas Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu, Target Rampung Juli 2026
Sabtu 02-05-2026,16:58 WIB
Buruh Bangunan Ditangkap, Diduga Curi HP Warga di Ratu Agung
Sabtu 02-05-2026,16:56 WIB
Kapolda Bengkulu Resmikan Bedah Rumah ke-70, Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat
Sabtu 02-05-2026,16:54 WIB