TUBEI,BE - Bangunan Rice Proces Compleks (RPC) milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lebong yang berada di Desa Pelabuhan Talang Leak, penggunaannya terkesan tidak maksimal. Padahal RPC dibangun dengan dana benilai miliaran rupiah. Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Lebong Mahdi SSos, dirinya menilai RPC tersebut tidak digunakan sesuai fungsinya. \'\'Mesin padi yang cukup canggih tersebut hanya terkesan sia-sia saja. Padahal awalnya RPC tersebut akan difungsikan untuk menampung seluruh gabah hasil panen para petani di Lebong dan nantinya mengeluarkan produk berupa beras Lebong yang memang terkenal berkualitas. Nah ini malah saat ini RPC tersebut terkesan tidak berfungsi,\" ungkap Mahdi. Mahdi sangat menyayangkan tidak berfungsinya RPC tersebut. Untuk itu, dirinya meminta agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lebong segera memfungsikan RPC tersebut. \"Kalau misalnya Dinas Pertanian dianggap tidak mampu mengelola RPC tersebut, lebih baik RPC tersebut dibuat menjadi BUMD saja. Hal tersebut dirasa sangat bermanfaat,\" cetusnya. Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong Sumiati SP terkait RPC tersebut menyebutkan, saat ini baru mesin Dryer atau mesin pengering yang baru dapat digunakan oleh para petani. Hal ini dikarenakan tidak adanya anggaran operasional pengelolaan RPC ditahun anggaran 2014 ini. Namun demikian, Dinas Pertanian terus berupaya memanfaatkan RPC tersebut dengan melakukan kerjasama dengan Rice Miling Unit (RMU) yang ada di Kabupaten Lebong. \"Meskipun anggarannya tidak ada kita berupaya memberdayakan mesin tersebut dengan bekerja sama dengan RMU yang ada. Meskipun saat ini baru mesin pengering yang baru digunakan yang jelas RPC tidak menjadi besi tua,\" kata Sumiati. Ditambahkan Sumiati, dinasnya juga terus mengupayakan PAD dari sumbangan sukarela RMU yang memanfaatkan mesin pengering tersebut. Meskipun diakuinya, Perda yang mengatur hal tersebut belum ada. \"Kita terus berupaya mencari PAD, jadi jasa pengeringan tersebut kita minta sumbangan sukarela dari RMU, yang selanjutnya masuk ke PAD walaupun belum ada Perdanya,\" ucap Sumiati.(777)
RPC Tak Maksimal
Sabtu 21-06-2014,14:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 29-09-2026,18:20 WIB
Sidang Fikri Thobari Ungkap Fee Proyek 10-15 Persen dan Dugaan Aliran Uang ke APH
Selasa 29-09-2026,18:23 WIB
Enam Parpol di Kota Bengkulu Terverifikasi sebagai Penerima Dana Banpol
Selasa 29-09-2026,18:09 WIB
APBD Perubahan 2026 Kota Bengkulu Disahkan, Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas
Rabu 30-09-2026,12:41 WIB
Saksi PT Yokogawa Ungkap Pergantian SKU dan AVR di Sidang Korupsi PLTA Musi
Rabu 30-09-2026,12:32 WIB
Tomi Bantah Terima Rp400 Juta dari Repal dalam Kasus Dugaan Penipuan Bank Bengkulu
Terkini
Rabu 30-09-2026,14:36 WIB
Gaspol Dangak Astra Motor Bengkulu Hadir di SMKN 1 Kota Bengkulu
Rabu 30-09-2026,12:59 WIB
Polda Bengkulu Tegaskan Pengumpulan Batubara Sungai Tanpa Izin Akan Ditindak
Rabu 30-09-2026,12:41 WIB
Saksi PT Yokogawa Ungkap Pergantian SKU dan AVR di Sidang Korupsi PLTA Musi
Rabu 30-09-2026,12:32 WIB
Tomi Bantah Terima Rp400 Juta dari Repal dalam Kasus Dugaan Penipuan Bank Bengkulu
Selasa 29-09-2026,18:23 WIB