Linmas Ricuh, Ancam Boikot TPS

Selasa 08-04-2014,11:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BE - Di luar dugaan apel Hansip Linmas yang berlangsung di halaman Kantor Walikota, kemarin pagi, berlangsung ricuh. Pasalnya, hampir seluruh Hansip Linmas se Kota Bengkulu yang berjumlah 1354 orang, protes. Mereka meminta agar honor mereka dicairkan usai apel tersebut digelar. \"Kalau tidak segera dicairkan, kami akan boikot pemilu di TPS kami. Jangan salahkan kami kalau kotak suara dibakar atau hilang,\" kata Subandrio, Hansip Linmas yang menjaga keamanan di TPS 5 Kelurahan Kandang Limun. Senada diungkapkan Dasimin, Hansil Linmas di TPS 5 Kelurahan Kandang Limun. Menurutnya, uang makan dan rokok bagi mereka selalu ada setiap tahun. Meski telah mendapatkan seragam Hansip Linmas secara lengkap, namun ia merasa tetap membutuhkan honor untuk memberikan makan keluarganya. \"Saya ini cuma tukang. Saat saya jaga TPS, saya nggak kerja. Terus keluarga saya makan dari mana. Lebih baik kami mengerjakan yang lain daripada harus jaga tanpa honor,\" ketusnya. Pernyataan keduanya diperkuat oleh Mispon, Hansip Linmas di TPS 24 RT 31 Kelurahan Sidomulyo. Kata Mispon, mereka cemburu mengetahui informasi bahwa honor untuk pengurus KPPS telah dibagi, namun ia sendiri belum mendapatkannya. Ia juga mengeluhkan nominal Hansip Linmas yang ditetapkan hanya Rp 250 ribu. \"Kerja kami lebih berat dari KPPS. Karena seluruh keamanan kami yang jaga. Masak honornya lebih besar pengurus KPPS. Tidak jelas lagi kapan dibayarkan,\" ungkapnya.

Walikota Konfrensi Pers Tak lama setelah kisruh tersebut diredam oleh Kabag Humas Setda Kota, Dr H Salahuddin Yahya MSi, Walikota H Helmi Hasan SE segera menggelar konfrensi pers dengan cepat. Ia menyatakan, penganggaran honor Hansip Linmas yang akan diterjukan untuk mengamankan setiap TPS saat pemilihan umum sudah dialokasikan dalam APBN. \"Memang sempat terjadi tarik ulur mengenai honor ini karena adanya revisi peraturan. Tapi revisinya selesai pada tanggal 3 April 2014 kemarin. Ada dugaan, kesimpangsiur inilah yang dipolitisir seakan-akan dana tersebut tidak diberikan sehingga kekisruhan sempat terjadi,\" urainya menjelaskan. Didampingi Sekretaris KPU Kota Bengkulu, Drs Ikhwan Nova MSi, Helmi melanjutkan, persoalan ini hampir terjadi di banyak daerah lainnya. Menurutnya, bilamana Pemerintah Daerah menganggarkan sendiri honor ini, maka pemerintah tersebut akan tersandung masalah. \"Memang ada beberapa daerah termasuk kita ingin menganggarkan sendiri dari APBD. Karena tidak mungkin pihak keamanan tidak diberikan honor. Tapi peraturan tidak membolehkan. Lain halnya dengan seragam yang kita bagikan dari APBD hari ini (kemarin, red). Itu boleh dianggarkan dalam APBD,\" sampainya.

Kronologis Kejadian Awal mulanya, apel pagi sekaligus pembagian seragam Hansip Linmas ini berlansung dengan khidmat. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, apel pagi ini langsung dipimpin oleh Walikota H Helmi Hasan SE. Usai apel, salah seorang pegawai Badan Kesbangpolinmas Kota Bengkulu, Henri, mengumumkan tentang beberapa persoalan termasuk mengenai honor. Ketika para Hansip Linmas sempat mendengar bahwa honor Hansip Linmas akan dibagikan usai pemilu, spontan ribuan Hansip Linmas mengajukan protes. Protes yang berlangsung panas sempat mendingin ketika Kapolres Bengkulu, AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH, turun menengahi keributan bersama puluhan personil Sabraha Polres Bengkulu. Namun karena merasa tidak mendapatkan kepastian, sekitar pukul 09.45 WIB, para Hansip Linmas kembali mengancam akan melakukan boikot pemilu bilamana hari itu mereka belum mendapatkan honor. Kabag Humas Setda Kota, Dr H Salahuddin Yahya MSi, melihat kekeruhan suasana kembali menemui massa dan menjelaskan perkara honor Hansip Linmas tersebut. Kata Daeng, sapaan akrabnya, ia akan memberikan garansi penuh bahwa honor Hansip Linmas tersebut akan dibagikan sebelum pemilu dan jatah uang makan mereka akan disertakan dalam honor itu. \"Pencairan paling lambat besok (hari ini, red). Linmas mohon bersabar. Besok akan dibagikan kepada PPK dan pihak PPK selanjutnya akan mendistribusikan kepada KPPS. Dari situ honornya sudah bisa diambil,\" tukasnya. Usai mendapatkan penjelasan tersebut, berangsur-ansur para Hansip Linmas akhirnya membubarkan diri. Mereka menyatakan tetap tidak akan menjaga TPS bilamana honor mereka belum dicairkan saat pemilihan berlangsung. (009)

Tags :
Kategori :

Terkait