Tak Ada Daerah Aman Teror

Minggu 23-03-2014,13:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

  BENGKULU, BE - Semuanya kini diminta untuk waspada potensi terorisme saat Pemilu 2014. Pasalnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPB) Ansyaad Mbai menyatakan tak ada daerah yang aman dari terorisme. \"Semua daerah berpotensi (terjadi aksi terorisme), tidak ada daerah yang aman,\" ucap Ansyaad, Sabtu (22/3). Ansyad menegaskan, Pemilu merupakan musuh kaum berideologi teror. \"Setan paling besar bagi mereka adalah demokrasi. Kalau bisa pemilu itu gagal. Di beberapa tempat sudah ada demo yang tidak setuju demokrasi,\" kata Ansyad yang pada acara ini hadir bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Lebih lanjut, Ansyad menunjukkan indikasi adanya aksi teror terhadap pelaksanaan Pemilu. Terdapat sejumlah contoh kasus yang mengarah ke teror pesta demokrasi. \"Beberapa hari lalu ada bom dari Surabaya mau dikirim ke Makassar. Itu apa itu? Ada yang ditangkap beberapa orang,\" ungkap Ansyaad. Dia menambahkan, pada akhir 2012, Gubernur Sulsel hendak dilempari bom dan mau dibunuh pada Pilkada. \"Ini (teror untuk Pemilu) sudah mulai. Di Bengkulu ada yang ditangkap. Ada juga yang ditangkap di Soekarno-Hatta. Mereka semua satu grup dengan di Surabaya dan Makassar,\" ujar Ansyad mengungkapkan. Menurut Ansyad, saat ini memang bertebaran kelompok-kelompok teror. Namun hanya ada tiga arus utama kelompok ini, yaitu Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansyarut Tauhid, dan NII. Maka masyarakat harus hati-hati di tahun politik ini. \"Masyarakat semua harus waspada. Jangan terpengaruh ide radikal. Mari Kita dukung dan bekerja sama dengan aparat,\" kata Ansyad mengingatkan. Sekadar diketahui  seorang tersangka jaringan gembong teroris Santoso yang ditangkap Densus 88 berinisial AI diketahui terlibat kasus pembunuhan dua anggota polisi Poso yakni Bripka Andi Safa dan Brigadir Sudirman pada 8 Oktober 2012 silam. \"Tersangka juga terlibat pembunuhan dua anggota Intel Polres Poso, yaitu Bripka Andi Sapa dan Aipda Sudirman di Taman Jeka (tahun 2012),\" kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie. Tersangka AI merupakan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus teror yang terjadi di Poso. AI ditangkap di SPBU KM 6,5 Jalan P Natadirja Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu pada Rabu 19 Maret 2014, sekitar pukul 09.45 WIB. \"Yang bersangkutan (AI) adalah anggota Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso dan Sabar Subagyo,\" beber Ronny. Selain itu, AI juga pernah ikut pelatihan militer di Taman Jeka, Poso, Sulawesi Tengah. Santoso Masih Diuber Sejumlah anak buah gembong teroris  pimpinan Mujahidin Indonesia Timur,  Santoso terus ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Kendati demikian, sampai saat ini Santoso masih belum berhasil diringkus. Keberadaan Santoso diduga kuat di Poso, Sulawesi Tengah. Bahkan, dalam sebuah penyisiran yang berujung dengan baku tembak di Poso beberapa waktu lalu, dikabarkan Santoso berhasil lolos. Namun, Kepala Polri Jenderal Sutarman menegaskan bahwa pihaknya masih memburu Santoso. \"Masih kita lakukan pengejaran,\" kata Sutarman. Menurut Sutarman, keberadaan Santoso terus diikuti. Begitu pula pergerakan kelompok teroris di Indonesia, sudah terpantau Mabes Polri. \"Yang kemarin kita kejar, kita sergap dan berakhir dengan baku tembak, tapi belum kita tangkap,\" paparnya.(**)

Tags :
Kategori :

Terkait