BENGKULU, BE - Pemberian reward dan punishmen untuk menekan angka golput yang menjadi kebijakan Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE memicu kontroversi. Sejumlah pihak menyatakan setuju dan mendukung kebijakan tersebut. Namun ada juga sebagian yang menyatakan menolak dengan alasan tertentu. \"Karena kebijakan itu memang menurut kami sangat efektif untuk menekan angka golput, maka kami dukung. Memang salah satu indikator keberhasilan demokrasi adalah partisipasi masyarakat yang tinggi,\" kata Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu Dipl Ing H Bambang Suroso, kemarin. Bambang juga setuju dengan pernyataan bahwa tidak semua calon yang tampil merupakan orang-orang yang kurang memiliki pengalaman dan wawasan kebangsaan untuk meningkatkan martabat masyarakat. Menurutnya, warga selalu memiliki pilihan terutama terhadap mereka yang sudah pernah tampil dan teruji. \"Selama kebijakan walikota itu kami pandang positif untuk kemajuan kota ini, kami akan membantu program itu. Dan menurut kami, memberikan imbalan tertentu sebagai motivasi agar orang mau memilih itu menurut kami langkah yang bijak,\" ungkapnya. Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Dr H Ahmad Badawi Saluy SE MM, berujar, program pemberian reward Rp 100 juta tidak dianggarkan dalam dana APBD. Menurutnya, bilamana walikota memang berkeinginan untuk menjalankan ini, maka walikota sebaiknya mengundang partisipasi publik dan tidak menggunakan dana APBD. \"Tapi kalau dalam APBD kita tahun ini tidak ada pos anggaran untuk itu. Itu kebijakan insedentil,\" ucapnya. Disamping itu, Badawi juga menyarankan agar punishment berupa pemberian bantal guling yang diterapkan untuk camat dan lurah dengan kawasan golput tertinggi, juga diterapkan untuk walikota. Menurutnya, bilamana kebijakan ini hanya diterapkan di kecematan dan kelurahan, maka dia akan menjadi kebijakan yang diskriminatif. \"Harusnya kebijakannya bisa adil dan seimbang. Misalnya, kalau di Kota Bengkulu ini angka golputnya meningkat drastis, misal lebih dari 10 persen, maka RT, RW, lurah dan camat berhak memberikan walikota bantal guling juga dong. Jangan hanya camat dan lurah yang menjadi tumbal,\" tutupnya. (009)
Reward Golput Picu Kontroversi
Rabu 19-03-2014,17:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB
Zulhas Targetkan Pembenahan Tata Kelola MBG Sebelum 20 Oktober 2026
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:48 WIB
Ekoenzim, Solusi Hemat dengan Limbah Bermanfaat
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Terkini
Sabtu 29-08-2026,16:06 WIB
AHM Photo Competition 2026 Hadirkan Empat Subtema, Siapkan Hadiah Sepeda Motor dan Uang Tunai
Sabtu 29-08-2026,16:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pelajar Asah Kreativitas di Media Sosial Lewat SMKreator
Sabtu 29-08-2026,16:02 WIB
AHM Buka Program Young School Influencer 2026, Pelajar Bisa Belajar Jadi Content Creator
Sabtu 29-08-2026,12:56 WIB
Industri Minyak Atsiri Indonesia Makin Wangi di Pasar Global
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB