KEPAHIANG, BE - Anggota Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi III DPRD Kepahiang merasa kecolongan soal pembangunan gedung megah di Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan senilai Rp 1,3 miliar. Baik Banggar dan Komisi III selaku yang membidangi masalah pembangunan sama sekali tidak mengetahui adanya anggaran untuk pembangunan gedung dengan tipe 350 tersebut. \"Kami sama sekali tidak pernah menganggarkan pembangunan gedung tersebut, baik dari Banggar ataupun Komisi III DPRD Kepahiang. Kami rasa dugaan itu gedung siluman memang benar adanya karena tiba-tiba saja sudah ada,\" ujar anggota Banggar Edwar Samsi SIP MM. Dikatakannya, terkait masalah ini pihaknya akan segera meminta klarifikasi dengan dinas Pekerjaan Umum (PU). Karena proyek pembangunan gedung ini ada pada dinas PU Kepahiang. \"Begitu pulang dari Jakarta kami selaku komisi III dan banggar akan memanggil pihak PU untuk klarifikasi soal bangunan ini,\" tegas Edwar yang mengaku tengah mengikuti Bimtek di Jakarta, kemarin. Sementara itu, anggota Banggar lainnya Arbi SIP MM menyampaikan mengharapkan dinas PU untuk mempertegas perencanaan pembangunan gedung megah yang berada didalam perkebunan didesa Air Sempiang tersebut. Menurutnya, kalau dinas PU saja tidak tahu peruntukan pembangunan gedung tersebut, artinya sama saja dengan dinas PU tidak punya perencanaan yang matang untuk membangun Kepahiang saat ini. \"Kalau dinas PU saja tidak tahu peruntukan pembangunan gedung megah tersebut, artinya dinas PU tidak punya perencanaan dalam membangun Kepahiang. Saya kira ini juga sama dengan pembangunan lainnya di Kepahiang,\" jelas politisi PBB ini. Terpisah Kabag Perencanaan Dinas PU Kepahiang Teddy A ST menyampaikan jika status bangunan megah di desa Air Sempiang tersebut merupakan bangunan tipe 350. Menurutnya, pembangunan gedung tipe 350 tersebut sempat terlambat pembangunanya lantaran pengesahan APBD Kepahiang yang pada waktu molor dilakukan. Dirinya sendiri membantah jika bangunan megah tersebut merupakan bangunan siluman karena sudah ada bakal perencanaan peruntukannya. \"Dalam pembangunan gedung pemerintahan itu ada namanya bangunan tipe 350, peruntukannya sesuai dengan keinginan Pemkab setelah proses serahterima dilakukan. Saya sebenarnya kurang begitu menguasai soal pembangunan gedung di Air Sempiang ini karena belum menunjau ulang kesana,\" jelas Teddy. Diketahui, pembangunan gedung dengan papan merek pengerjaanya bernilai Rp 1,3 miliar tersebut dengan kontraktor pelaksana CV Lapindo Group dan konsultan pengawas CV Uteka Essa tahun anggaran 2013 tersebut pertama kali ditehaui oleh anggota Banggar Arbi SIP MM yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung megah tersebut Selasa (25/2) kemarin. Dirinya mengetahui adanya pembanguan di Air Sempiang tersebut saat melaksanakan touring sepeda motor bersama Wakapolres Kepahiang Kompol Asep SW SIk beberapa saat yang lalu. (505)
Dewan Merasa Kecolongan
Kamis 27-02-2014,14:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,13:11 WIB
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Babak Baru Pertahanan Maritim RI
Selasa 28-07-2026,13:08 WIB
Memanfaatkan Warisan Bumi Guna Mendongkrak Ekonomi Warga Perbatasan
Selasa 28-07-2026,13:04 WIB
Prabowo Minta Kampus Siapkan SDM dan Riset Dukung B60 hingga Etanol
Selasa 28-07-2026,13:25 WIB
Audiensi dengan Ombudsman RI, Helmi Hasan Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Transparan
Selasa 28-07-2026,13:06 WIB
Kemenpar dan Kemensos Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata
Terkini
Selasa 28-07-2026,16:25 WIB
Petani di Curup Utara Tewas Bersimbah Darah di Kebun, Polisi Selidiki Pelaku
Selasa 28-07-2026,16:23 WIB
Stok Pangan di Kota Bengkulu Aman, Pemkot Catat Konsumsi Rokok dan Kosmetik Meningkat
Selasa 28-07-2026,16:21 WIB
Fikri Thobari Didakwa Terima Rp2,5 Miliar, Jaksa Ungkap Modus Fee Proyek
Selasa 28-07-2026,16:12 WIB
Peringati Hari Koperasi ke-79, Dinkop UKM Kota Bengkulu Dorong Koperasi Bertransformasi Digital dan Tingkatkan
Selasa 28-07-2026,15:59 WIB