MERIGI, BE - Pasar kalangan, Pekan Jumat Desa Pulogeto Baru Kecamatan Merigi akan tetap menjadi pasar keramat. Soalnya, rencana relokasi pasar rakyat tersebut tidak direalisasikan sejak tahun 2006 hingga kini. Anggota DPRD Kepahiang, Merigi Edwar Samsi SIP MM mengatakan, ia menolak relokasi pasar tersebut. Hal ini lantaran jika dilakukan relokasi, maka tidak ada lagi aktivitas ekonomi didaerah tersebut, apalagi yang notabene berjualan pada pekan jumat tersebut masyarakat sekitar desa Pulegeto. \"Kalau dipindahkan ke Terminal Merigi tentu saja nantinya tidak ada yang jualan karena notabene pedagangnya kan jualan di depan rumahnya itulah didesa Pulegeto. Masyarakat juga akan berfikir dua kali untuk berbelanja kesana,\" ujaranya. Menurutnya, kalau memang Pemkab berniat untuk melakukan pembangunan ekonomi bagi warga di desa Pulegeto, maka yang seharusnya dilakukan adalah melakukan pembinaan dan penataan bagi para pedangang dan masyarakat saja sehingga tidak perlu dilakukan relokasi. \"Kalau Pemkab memang berniat baik bagi masyarakat, silahkan dilakukan penataan dan penbinaan saja bagi para pedagang dan masyarakat. Jelasnya kami mengharapkan pasar tetap dilokasi semula tanpa direlokasi,\" jelasnya. Senada juga disampaikan oleh anggota Banggar DPRD Kepahiang H Zainal MH yang menyampaikan dengan anggaran Rp 474 juta yang ada pada pada Dinas Perindag dan UKM Kepahiang seharusnya bisa membanguan pasar baru dengan lokasi didaerah Pulegeto tanpa harus dilakukan relokasi pasar. \"Seharusnya kan dengan anggaran yang ada itu bisa dibanguan pasar baru dan tempatnya didesa itu saja. Kalau direlokasi takutnya kan baik pedagang dan pembeli akan sepi. Itu saja kalau relokasi diminati nantinya,\" jelasnya. Sebelumnya, Asisten II Setdakab Kepahiang Ir Elly Nurul Aliyah yang juga menjabat Plt Disperindagkop UKM Kepahiang menyampaikan rencana relokasi pasar keramat akan dilakukan dalam tahun 2014 ini, setelah Pemkab Kepahiang mengganggarkan alokasi dana relokasi sebesar Rp 474 juta. Anggaran ini juga termasuk untuk pembangunan beberapa kios dan auning dilokasi relokasi pasar keramat yakni Terminal Merigi Kepahiang. \"Anggaran relokasi pasar ini sudah ada sekitar Rp 474 juta masuk dalam dana alokasi umum (DAU), termasuk juga disana anggaran pembangunan auning dan kios,\" ujarnya. Dikatakannya, salah satu pentingnya pelaksanaan relokasi pasar keramat ini perlu dilakukan karena keberadaan pekan di desa Pulogeto kerap menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan lintas Kepahiang-Curup. Selain itu juga banyak tindak kriminalitas yang terjadi disaat pasar jumat tersebut beroperasi. \"Tujuan kita adanya relokasi pasar ini agar nantinya keberadaan aset terminal Merigi dapat dimanfaatkan. Terlebih lagi beberapa sarana dan prasarana diterminal itu cukup mendukung untuk relokasi pekan Jumat,\" jelasnya. (505)
Pekan Jumat Tetap Pasar Keramat
Rabu 26-02-2014,15:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,17:13 WIB
DPRD Soroti Seleksi 11 JPT Pratama Pemkot Bengkulu, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pejabat
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,17:18 WIB
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Mukomuko Wajib Hadir, Pemkab Siapkan Sidak ke OPD
Selasa 24-03-2026,17:15 WIB
Pemkot Bengkulu Tetapkan Tarif Resmi Parkir Wisata, Polisi Siap Tindak Pungli
Selasa 24-03-2026,17:27 WIB
Pengamanan Diperketat, Polisi Jaga Wisata dan Hiburan di Mukomuko
Terkini
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,19:01 WIB
Diduga Diintimidasi dan Tak Terima Hak, Lima Karyawan SPBU di Bengkulu Mengadu ke Disnaker
Selasa 24-03-2026,18:55 WIB
Patroli Satpol-PP di Pantai Lentera Merah, Wisatawan Diingatkan Utamakan Keselamatan
Selasa 24-03-2026,18:53 WIB
Tarif Pantai Cemoro Sewu Disorot, BKSDA Bengkulu Tegaskan Sudah Sesuai Aturan
Selasa 24-03-2026,18:50 WIB