PT Pertamina (Persero) menghentikan kebijakan penjatahan penyaluran BBM bersubsidi yang telah dilakukan sejak 19 November 2012, menyusul terjadinya kerawanan sosial di sejumlah daerah akibat penerapan kebijakan tersebut. Juru Bicara Pertamina, Ali Mundakir di Jakarta, Ahad mengatakan, penghentian penjatahan dilakukan sampai ada arahan pemerintah selanjutnya. \"Per hari ini, kami stop pengendalian pasokan BBM yang sudah berjalan sejak 19 November 2012 sambil menunggu arahan dari pemerintah selanjutnya,\" katanya. Kebijakan pengendalian dilakukan Pertamina menindaklanjuti amanat pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Sesuai surat BPH Migas tertanggal 7 November 2012 tentang Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, maka pendistribusian BBM bersubsidi dilakukan sesuai sisa kuota dibagi jumlah hari tersisa hingga akhir 2012. Pertamina mulai menjalankan penjatahan BBM subsidi sejak 19 November 2012. Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan menyusul potensi kelebihan konsumsi dari kuota APBN Perubahan 2012 sebesar 44,04 juta kiloliter. Namun, akibat penerapan kebijakan itu, muncul keresahan di masyarakat di berbagai daerah. Meski demikian, lanjut Ali, Pertamina tetap akan mengupayakan kuota tidak terlampaui melalui pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran. \"Kami bekerja sama dengan aparat untuk memastikan penyaluran dapat berjalan lancar,\" katanya. Di sisi lain, Pertamina meminta kesadaran masyarakat berhemat BBM dan memanfaatkan BBM nonsubsidi. \"Catatan kami, penggunaan BBM nonsubsidi telah mulai tumbuh dalam enam bulan terakhir,\" ujat Ali. APBN Perubahan 2012 menetapkan kuota BBM 44,04 juta kiloliter dengan 43,9 juta kiloliter di antaranya yang terdiri dari 27,8 juta kiloliter premium, 14,9 juta kiloliter solar, dan 1,2 juta kiloliter minyak tanah disalurkan Pertamina. Per 20 November 2012, Pertamina mencatat realisasi penyaluran BBM bersubsidi mencapai 39,7 juta kiloliter yang terdiri dari 24,9 juta kiloliter premium, 13,7 juta kiloliter solar, dan 1,1 juta kiloliter minyak tanah. Dari data itu, konsumsi premium berlebih terhadap kuota bulan berjalan sekitar satu persen dan empat persen untuk solar. Pertamina memperkirakan masih ada potensi kelebihan kuota BBM subsidi yang ditetapkan APBN Perubahan sebesar 44,04 juta kiloliter sampai akhir 2012.(ROL)
Pertamina Hentikan Penjatahan BBM
Minggu 25-11-2012,20:01 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 28-10-2026,17:03 WIB
Pelindo Targetkan Terminal Curah Cair Pulau Baai Rampung 2027, Layanan Logistik Diperkuat
Rabu 28-10-2026,16:32 WIB
Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Walikota Ajak Generasi Muda Tanamkan Kegigihan dan Empati
Rabu 28-10-2026,17:10 WIB
Empat Desa di Mukomuko Minim Pesaing, Calon Kades Bisa Lawan Kotak Kosong
Rabu 28-10-2026,16:52 WIB
Disdikbud Mukomuko Dorong PAUD Cetak Anak Kreatif dan Berani Mencari Solusi
Rabu 28-10-2026,16:36 WIB
Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Mukomuko Ajak Pemuda Berani Bermimpi dan Kerja Keras
Terkini
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Terluka
Kamis 29-10-2026,11:23 WIB
Setahun Sekolah Rakyat, 44 Ribu Anak Nikmati Pendidikan Gratis, Gus Ipul Terharu
Kamis 29-10-2026,11:17 WIB
Honor Guru Pesantren di Bawah Rp500 Ribu, Ditjen Pesantren Diharapkan Jadi Solusi
Kamis 29-10-2026,11:12 WIB
6 Pantangan Weton Jumat Kliwon Menurut Primbon Jawa, Ini 4 Hari yang Dipercaya Naas
Kamis 29-10-2026,11:07 WIB