Ditujah Security, 1 Tewas, 1 Luka

Minggu 12-01-2014,11:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BE - Tragedi berdarah terjadi, kemarin (11/1). Dua orang bersimbah darah ditujah security. Keduanya diketahui karyawan Telkom bernama Yengki Novalianto (24) warga Kedurang Bengkulu Selatan yang tinggal di Jalan Dempo 6 Sawah Lebar Ratu Agung Kota Bengkulu dan Kacab PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) Roni Gumanti (37) warga Kebun Beler Kota Bengkulu. Akibat kejadian tersebut Yengki tewas dengan kondisi usus terburai. Peristiwa diketahui terjadi terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda. Penusukan Yengki diketahui terjadi di area kampus Universitas Dehasen (Unived) sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian tersebut berawal saat teman Yengki bernama Roni mendatangi kampus Unived dengan mengendarai sepeda motor. Kala itu, sepeda motor yang dikendarai Ketika itu, motor yang dikendarai tersebut nyaris menyerempet seorang mahasiswi. Melihat itu, security kampus tersebut memanggil dan menegur Roni. Entah bagaimana tiba-tiba terjadi perkelahian antara keduanya. Lantaran kalah tenaga Roni, memilih kabur dari kampus. Mendapati ada kejadian perkelahian tersebut, pihak kampus berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan. Pada saat itu keduanya dipanggil untuk berdamai. Namun saat mendatangi kembali kampusnya, Roni membawa 3 orang rekannya, salah satunya Yengki Novalianto. Tapi, bukan perdamaian yang terjadi. Saat tiba di kampus justru perkelahian kembali terjadi dengan sekuriti. Kali ini dengan jumlah yang lebih banyak. Tiba-tiba, ada salah satu yang diduga kuat sekuriti menujah Yengki tepat di perutnya. Seketika itu pula korban terkapar. Melihat kejadian itu para pelaku kabur. Ironisnya, korban yang tergeletak bersimbah darah tidak ada yang berani mengangkat. Saat polisi tiba, barulah korban diangkat dan dibawa ke RS Raflesia Bengkulu. Sayangnya, kondisi korban memburuk. Tepat pukul 19.30 WIB, korban menghembuskan nafas terakhir. Jasadnya kemudian dibawa ke Kedurang, Bengkulu Selatan. Dikonfirmasi Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Amsaludin SSos mengatakan saat ini kepolisian masih melakukan pengumpulan keterangan terhadap security. \"Ada sekitar 6 orang yang diperiksa. Dugaan kuat pelakunya sekuriti. Tapi masih kita dalami,\" jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Tak Terima Dipecat Sementara itu kejadian serupa di perusahaan penyalur tenaga kerja PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) di Jalan Danau RT 6 RW 2 Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu, kemarin (11/1). Pasalnya, pimpinan perusahaan tersebut Roni Gumanti (37) warga Kebun Beler Kota Bengkulu terluka parah di pinggang, dan tangan. Ini setelah ditikam berkali-kali oleh karyawannya sendiri berinisial Si (33) yang bertugas sebagai security. Aksi brutal sang karyawan tersebut dipicu sakit hati lantaran dipecat dari perusahaan. Roni tikam dengan pisau dapur di depan karyawan lain di kantornya hingga terkapar. Pelaku sendiri usai menikam tak melarikan diri, tapi langsung menyerahkan diri begitu kepolisian tiba di lokasi. \"Mereka berkelahi di ruangan tengah kantor sampai-sampai barang-barang di kantor berserakan,\" kata  saksi mata, Lia Septiani (23) yang juga karyawan PT AMP. Saat itu, kata dia, pelaku tidak terima diberikan surat peringatan dari korban. Kemudian cekcok mulut. \"Mau apa kau kata pelaku, korban menjawab mau kau juga apa,\" ungkap Lia menceritakan sebelum kejadian. Kemudian saat korban membelakangi pelaku, tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan pisau dapur dari pinggangnya dan menusuk bagian pinggang sebelah kanan korban. Mendapat serangan mendadak, korban mencoba melawan. Tapi tusukan kedua mengenai sikut kanan dan kiri korban hingga sampai robek. Pelaku tambah kalap dan menyerang terus. Korban berupaya menangkap pisau dengan tangan kanannya hingga telapak tangannya pun ikut terkoyak. \"Pelaku baru berhenti ketika korban sudah tergeletak,\" tuturnya menambahkan kejadian itu pun dilaporkan ke polisi, kemudian korban dibawa ke RS M Yunus. Sementara itu pelaku Si (33) yang telah diamankan polisi mengakui telah melakukan penusukan atasannya sendiri. \"Memang saya yang melakukan itu,\" ujarnya. Ia pun menyebutkan aksinya dilatarbelakangi persoalan gaji yang belum dibayar dan pemecatannya. Pelaku mengaku telah lama kesal terhadap atasannya tersebut. Berawal saat dirinya dipindahtugaskan ke Ketahun Bengkulu Utara, untuk bertugas sebagai sekuriti di Pegadaian Ketahun. Saat itu, pelaku yang telah mempunyai istri dan anak enggan dipindahkan dengan alasan biaya hidup. Akan tetapi atasannya tersebut mengancam jika tak mau dipindahkan, dirinya akan dipecat.\"Saat itu saya sudah emosi. Tapi saya tahan karena merasa masih membutuhkan pekerjaan ini sehingga saya tetap ikuti perintah itu,\" terangnya. Saat tiba di Ketahun, pelaku mengaku kebingungan dalam mengatur uang untuk biaya sewa tempat tinggal, makan, dan lainnya. Apalagi ia masih harus membiayai istri dan anaknya yang tinggal di Bengkulu. \"Saya bingung mau tinggal di mana dan makan gimana serta anak istri saya di Bengkulu gimana. Sedangkan gaji saya hanya Rp 1,8 juta, mana bisa saya untuk mengontrak 2 rumah sekaligus,\" tutur pelaku. Beberapa lama bertugas di Ketahun, gajinya selalu ditunda. Jawabannya selalu diminta untuk menunggu. Padahal dirinya membutuhkan gaji tersebut. \"Saya telah menelpon sebanyak 7 kali kepada perusahaan, jawabannya begitu. Jadi, saya terus menelpon pak Roni untuk segera mencairkan sisa gaji yang belum dibayarkan sebanyak Rp 650 ribu. Tapi permintaan saya tersebut belum juga di kabulkan oleh PT,\" sambung pelaku. Melihat kondisi tersebu, dirinya menelpon Kepala Pegadaian Cabang Bengkulu untuk membantunya. Setelah menelepon tersebut, korban bukannya mencairkan sisa gaji itu melainkan marah. Mendengar hal tersebut pelaku menjadi tambah kesal dan memutuskan untuk mendatangi PT AMP. \"Semalaman saya tidak tidur, mana anak saya lagi sakit, pihak perusahaan belum juga melunasi sisa gaji saya,\" kesal pelaku. Keesokan harinya pelaku mendatangi kantor PT AMP di Jalan Danau. Namun Saat itu kantor masih dalam keaadaan tertutup. Kemudian pelaku membeli pisau di Pasar Panorama untuk melukai korban. Setelah membeli pisau itu, pelaku kembali lagi ke PT AMP dan bertemu atasannya. \"Niat saya sempat hilang setelah melihat Pak Roni yang sedang menelpon. Tapi, semua itu tak berlangsung lama setelah saya masuk ke kantor AMP saya langsung mendapat sambutan yang tidak mengenakkan dari pak Roni, ia langsung memecat saya saat bertemu,\" ujarnya. Mendapat pemecatan itu, dirinya gelap mata. Niat yang awalnya sempat hilang langsung memuncak. \"Mungkin Tuhan telah mengizinkan saya untuk melakukan ini. Saya langsung menghujat pisau yang telah saya beli sebelumnya dan hujatan tersebut mengenai pinggang bagian belakang sebelah kanan korban dan lainnya saya tidak ingat,\" sesal pelaku. Dikonfirmasi Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Amsaludin SSos mengatakan modus yang digunakan pelaku yaitu terkait masalah gaji yang belum lunas dibayarkan sedangkan pelaku butuh karena anaknya lagi sakit. \"Saat ini kami telah mengamankan pelaku untuk ditindak lanjuti,\" pungkasnya.(cw3/cw4)

Tags :
Kategori :

Terkait