NAPAL PUTIH, BE - Meski jalan lintas menuju desa Lebong Tandai sudah kembali normal, namun harga sembako di daerah itu belum juga normal. Harga sembako di desa tersebut masih saja melambung dan harga itu sudah tidak wajar lagi demi mencukupi kebutuhan. Akibatnya warga terpaksa membeli harga sembako itu meskipun berat. \"Harga sembako di sini mahal sekali, meski arus molek lancar dan normal, tapi harga sembako masih saja mahal, mau tidak mau terpaksa beli atau makan seadanya,\" ujar Kades Lebong Tandai, Kamaruddin. Diantaranya, kata Kamar, harga cabe tembus Rp 100 ribu/kilogram, ayam Rp 60/kilogram, ikan sungai Rp 45/kilogram, beras Rp 25 ribu per cupak untuk ukuran harga beras standar, dan sayuran per ikatnya Rp 5 ribu. Dikatakannya, sebelumnya untuk menuju desa warga harus estapet naik molek (sejeni lori) tiga kali baru bisa ke desa karena kondisi jalan yang rusak parah akibat kondisi cuaca yang kurang baik. Namun saat ini kondisi molek sudah standar, cukup satu kali naik molek dengan tarif angkutan Rp 20 ribu sudah bisa tiba di desa. \"Warga sudah mengeluh sekali dengan harga sembako ini, kami pun tidak tahu apa penyebab sembako ini mahal, apa karena memang stok yang ada terbatas sehingga ketersedian makanan minim, yang imbasnya harga menjadi mahal,\" ujarnya. Ia berharap ada bantuan sembako yang bisa disalurkan dari para donatur maupun pemerintah daerah, terutama beras yang menjadi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kebutuhan lainnya, seperti cabe dan lainnya bisa ditanam sendiri, meski hasilnya kurang memuaskan dan bisa diganti dengan yang lain jika memang tidak bisa membeli. \"Kalau untuk lauk yang mahal itu, bisa diganti atau ditunda dulu, misalnya diselang seling, sesuai denegan kesanggupan dan kecukupan untuk makan sehari-hari, kalau untuk makanan pokok yakni beras, tidak bisa diganti. Jadi kami harapkan ada bantuan sembako untuk desa disini,\' imbuhnya. Sementara Camat Napal utih, M Sabi\'i membenarkan adanya kelangkaan sembako yang berimbas pada harga sembako yang mahal, sehingga untuk kebutuhan warga sangat sulit sekali, apalagi untuk mata pencarian warga banyak yang menjadi buruh harian dan petani kebun. Dengan harga yang begitu mahal tentunya memberatkan sekali. \"Ya kita tidak bisa berbuat banyak, untuk kondisi desa yang sulit sudah sering disampaikan ke pemerintah daerah, tapi untuk kepedulian itu memang sulit sekali, masyarakat hanya bisa berusaha sendiri. Seperti harga sembako mahal hanya bisa menjadi keluhan saja, hanya bisa berharap ada bantuan untuk desa tersebut,\" demikian Camat.(117)
Sembako di Lebong Tandai Mahal
Sabtu 11-01-2014,14:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 13-04-2026,16:43 WIB
Sasar Habitat Gajah, Satgas Gakkum Lanjutkan Operasi Merah Putih di Mukomuko
Senin 13-04-2026,15:15 WIB
Jurnalis Bengkulu Selatan Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pembunuhan Karakter
Senin 13-04-2026,15:03 WIB
Mantan Dirut Bank Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Kredit Rp 5 Miliar
Senin 13-04-2026,15:01 WIB
Motor Dipinjam Tak Kembali, Buruh Harian di Bengkulu Laporkan Teman Sendiri ke Polisi
Senin 13-04-2026,16:33 WIB
Jadi Role Model, 8 Desa di XIV Koto Serentak Cairkan Dana Desa demi Akselerasi Pembangunan
Terkini
Selasa 14-04-2026,13:24 WIB
Pemkot Bengkulu Benahi Belungguk Point, Fasilitas Toilet dan Pos Jaga Segera Dibangun
Selasa 14-04-2026,13:20 WIB
Penulisan Nama Harus 2 Suku Kata dan 60 Karakter, Ini Penjelasan Disdukcapil Kota Bengkulu
Selasa 14-04-2026,13:16 WIB
Pemkot Bengkulu Dorong Pengaktifan Risma, Wali Kota: Bentengi Generasi Muda dari Tren Negatif
Selasa 14-04-2026,13:09 WIB
Kadis Pendidikan Kota Bengkulu Siap Jalankan Program “Green and Clean”, Fokus Kebersihan Sekolah
Selasa 14-04-2026,13:05 WIB