PUTRI HIJAU, BE - Dana hibah yang dijanjikan pihak pemerintah daerah dari dinas pengelola keuangan aset daerah (DPKAD) kepada lima kades di Kecamatan Putri Hijau, ternyata merupakan dana siluman yang tidak diketahui pencairan dan penerimaannya. Hal itu disampaikan kades Suka Makmur, Suradi yang mewakili empat desa lainnya, yakni Desa Karya Bakti, Air Muring, Karang Tengah, dan Karang Pulau. Ia bersama kades lainnya merasa dipermainkan oleh oknum yang mengurus dana hibah kegiatan keagamaan ditahun 2013 lalu dari DPKAD, berinisial NA. \"Sudah dua kali kami bolak balik mengurus untuk dana hibah ini, tapi sampai sekarang tidak bisa dicairkan, alasannya akan ditransfer melalui rekening BRI kades, tapi sampai saat ini dana hibah itu tidak diterima,\" jelasnya. Diakui Suradi, dana hibah tahun 2013 itu akan diterima Rp 4 juta untuk lima desa itu, sehingga dia dan rekannya selalu ditelepon oleh NA untuk kepengurusan dana hibah itu pada tanggal 31 Desember lalu, karena lewat dari tanggal itu akan menjadi aset daerah. Maka kelima kades mendatangi kantor DPKAD namun tak kunjung dicairkan, yang kemudian dijanjikan malam perayaan tahun baru di bank BPD, hingga pukul 00.00 WIB dana hibah itu tidak diterima dan NA pun tidak menepati janjinya. \"Dua kali kami disuruh datang ke Arga Makmur untuk mengambil uang itu oleh NA, tapi dianya tidak ada, hanya lewat sms aja mengatakan saya tunggu hingga pukul 00.00 WIB, bawa cap dan KTP,\" ujar Kades membacakan SMS NA. Karena merasa dipermainkan, akhirnya kelima kades itu memutuskan pulang dengan tangan kosong dan tidak mempercayai adanya dana hibah itu. Dikatakan Suradi tidak akan mengambilnya lagi jika memang ada dana hibah untuk kegiatan keagamaan. \"Kami sudah tidak percaya lagi, dan tidak akan mengambil jika ada dana hibah lagi, apalagi hanya Rp 4 juta. Sebelumnya kami tidak mau mengambilnya ke Arga Makmur, karena biaya yang kami keluarkan untuk ke Arga Makmur itu lebih dari dana hibah itu, tapi karena NA itu terus menghubungi kami, namun nyatanya dipermainkan seperti ini,\" jelasnya. Sementara itu Kabag Kesra Pemkab BU, H M Yusrun Ilyas mengatakan untuk anggaran dana hibah kegiatan agama tidak ada sama sekali dianggarkan ataupun dihibahkan. \"Setahu saya tidak ada sama sekali anggaran untuk desa, hanya ada anggaran untuk pemerintah saja dianggarkan melalui anggaran 2014 untuk lima kegiatan agama. Kalau untuk desa ya mereka sendiri melalui desa untuk dananya, apalagi hibah, setahu saya tidak ada,\" jelasnya. Untuk memepertanyakan kebenaran yang disampaikan kades, terkait dana hibah yang mengatas namakan DPKAD itu, kepala DPKAD Ir Siti Qoriah Rosdiana tidak bisa ditemui, dengan alasan sibuk mengikuti rapat untuk penyusunan APBD 2014. \"Kepala dinasnya tidak ada, dan tidak bisa ditemui karena sedang rapat di DPR untuk anggaran 2014,\" ujar salah satu staf DPKAD. (117)
Lima Kades “Tertipu”
Sabtu 04-01-2014,15:26 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:30 WIB
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2026, Siapkan Dokumen Ini
Jumat 06-11-2026,17:36 WIB
SDN 77 Padang Serai Overload, Warga dan DPRD Sepakat Usulkan Pendirian Sekolah Baru
Jumat 06-11-2026,15:10 WIB
Studi Zurich Ungkap 88 Persen Pekerja Tangguh Punya Kinerja Lebih Baik
Jumat 06-11-2026,14:55 WIB
25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis, Pemerintah Siapkan Saldo Rp50 Ribu
Jumat 06-11-2026,14:19 WIB
Prabowo Terima Tuntutan Tritura Mahasiswa Trisakti, Ada Desakan Copot Menhut
Terkini
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:29 WIB
Taekwondo Mukomuko Raih Enam Medali Perunggu di POPDA 2026
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB