NasDem Kota Bengkulu Desak Tempo Minta Maaf dan Tarik Pemberitaan
NasDem Kota Bengkulu Desak Tempo Minta Maaf dan Tarik Pemberitaan-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bengkulu angkat bicara terkait pemberitaan yang dimuat oleh Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026.
Dalam pernyataan resminya, pihak NasDem menilai isi pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan prinsip dan nilai yang dianut partai.
Ketua DPD NasDem Kota Bengkulu Rahmad Mulyadi dalam press rilisnya menyampaikan bahwa judul dan isi tulisan yang menyebut istilah “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” dinilai bertentangan dengan esensi partai politik sebagai institusi perjuangan, bukan entitas bisnis.
“Pemberitaan tersebut kami anggap bertentangan dengan kaidah dan nilai-nilai yang terkandung dalam Partai NasDem,” tegasnya.
Atas dasar itu, DPD NasDem Kota Bengkulu secara resmi meminta Majalah Tempo untuk menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada pimpinan dan seluruh jajaran partai.
Selain itu, mereka juga mendesak agar media tersebut segera menarik pemberitaan dimaksud serta tidak mengulang hal serupa di kemudian hari.
BACA JUGA:Jambret di Budi Utomo Tersungkur Dikejar Korban, Ditangkap Warga di Pantai Zakat
BACA JUGA:DPRD Bengkulu Soroti PAD dan Infrastruktur, Beri Catatan Kritis atas Kinerja Pemprov 2025
Sikap tegas ini, lanjutnya, merupakan bentuk upaya menjaga marwah partai sekaligus meluruskan informasi yang dinilai tidak tepat di ruang publik.
Gelombang kritik terhadap pemberitaan Tempo tidak hanya datang dari Bengkulu. Sejumlah kader NasDem di berbagai daerah juga menyampaikan keberatan serupa.
Di Kepulauan Riau misalnya, pengurus NasDem menilai laporan tersebut tidak berimbang dan tidak menyertakan konfirmasi dari internal partai.
Sementara itu, di tingkat nasional, sejumlah politisi NasDem juga menanggapi keras narasi yang berkembang. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Arif Rahman, menegaskan bahwa partai politik tidak dapat disamakan dengan perusahaan yang bisa dilebur layaknya entitas bisnis.
Ia menilai pemberitaan yang menyebut kemungkinan peleburan partai sebagai logika yang keliru, mengingat partai memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional kepada jutaan pemilih.
Diketahui, polemik ini mencuat setelah laporan utama Tempo mengangkat isu dugaan peleburan Partai NasDem dengan Partai Gerindra, yang disebut berkaitan dengan pertemuan antara elite kedua partai beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

