CURUP, BE - Kasus dugaan korupsi dana perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2010, dengan temuan kerugian negara sebesar Rp. 2,870 miliar dari total angggaran Rp. 5,747 miliar tampaknya akan melibatkan banyak tersangka alias korupsi berjamaah. Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Kajari Curup Eko Hening Wardono mengaku belum mau berspekulasi keterlibatan tersangak secara berjamaah, perseorang. \"Bisa jadi berjamaah, perseorangan atau semuanya. Kita lihat nanti dari fakta dan bukti-bukti yang ada,\" katanya. Untuk membuktikan kasus ini, penyidik kejaksaan akan segera memanggil 30 orang anggota DPRD RL yang saat ini duduk sebagai wakil rakyat. “Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang kala itu duduk dan menjabat di secretariat DPRD RL tahun 2010 sudah kita ambil keterangannya. Tinggal kita mengambil keternagan dari 30 anggota DPRD yang saat itu duduk sebagai wakil rakyat,” terangnya. Dibagian lain, Kasi Intel Kejasi, Mutaqin Harahap SH MH, mengakui belum resmi menerima hasil audit investigasi dari BPKP Bengkulu. Hanya saja, secara informal, pihaknya telah menerima hasil audit tersebut. “Mereka (BPKP) masih akan menyerahkan hasil audit tersebut ke Kejagung terlebih dahulu untuk ditelaah, barulah setelah itu secara resmi akan diserahkan kepada kita. tetapi, jumlah temuan kerugian negara yang terjadi dalam penggunaan dana tersebut tidak berubah yaitu sebesar Rp. 2,870 miliar dari total angggaran Rp. 5,747 miliar,” ujar Mutaqin. Dijelaskan Mutaqin, kerugian negara tersebut timbul lantaran dinilai tidak sesuai dengan penerapan peratiran yang ada. Diantaranya, Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah pasal 132 ayat 1. “Selain itu, juga tidak sesuai dengan peraturan Bupati Rejang Lebong nomor 4 tahun 2009 tentang biaya perjalanan dinas bagi pejabat dan PNS dilingkungan pemerintah RL,” ujar Mutaqin. Dari nilai kerugian Negara yang timbul sebesar berdasarkan audit BPKP senilai Rp. 2,870 miliar yang timbul, sebagiannya telah dikembalikan ke kas daerah yaitu sebesar Rp. 1,284 miliar. “Pengembalian kerugian negara tersebut tidak menghapuskan perbuatan oknum pelakunya. Sehingga, kami pastikan kasus ini akan terus berlanjut hingga tuntas,” tegas Mutaqin. (999)
Kasus SPPD Fiktif, Berjamaah
Sabtu 04-01-2014,12:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 13-08-2026,15:55 WIB
Polresta Bengkulu Ungkap 8 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Diamankan
Kamis 13-08-2026,15:28 WIB
Rumah 3 Petani Tanjung Sakti Terancam Dieksekusi, Aksi Bela Petani Bergema di Bengkulu
Kamis 13-08-2026,16:30 WIB
Daftarkan 15 Inovasi ke Kemendagri, Pemkab Mukomuko Incar Kenaikan Indeks IGA 2026
Kamis 13-08-2026,13:59 WIB
Penempatan Pejabat Tak Linier di Pemkab Mukomuko Disorot, BKPSDM: Kompetensi Tak Hanya Ditentukan Ijazah
Kamis 13-08-2026,15:31 WIB
Jembatan Garuda di Pagar Dewa Resmi Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo
Terkini
Jumat 14-08-2026,11:45 WIB
Sepatu Suede Kotor? Ini Tips Membersihkan dan Merawatnya agar Tetap Seperti Baru
Jumat 14-08-2026,10:58 WIB
Tak Perlu Pemutih! Begini Cara Hilangkan Noda Kuning di Baju dengan Bahan Alami
Kamis 13-08-2026,16:30 WIB
Daftarkan 15 Inovasi ke Kemendagri, Pemkab Mukomuko Incar Kenaikan Indeks IGA 2026
Kamis 13-08-2026,15:55 WIB
Polresta Bengkulu Ungkap 8 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Diamankan
Kamis 13-08-2026,15:53 WIB