KOTA MANNA, BE – Adanya anggaran Rp 6,5 M yang diusulkan pihak eksekutif pada rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2014 mendatang diakui oleh Assisten I Bupati, Supran SH MH. Menurutnya dana itu diperuntukan bagi pemenuhan persyaratan memorandum of understanding (MoU) hibah antara Pemda BS dengan pihak TNI AU atau lanud Palembang. “Anggaran untuk rencananya untuk pemenuhi persyaratan yang diajukan pihak Lanud Palembang,” katanya. Menurutnya, dalam draf MoU sebelumnya pihak TNI AU meminta persyaratan dari Pemda BS agar pihaknya mau menghibahkan Lapter II Padang Panjang kepada Pemda BS. Dalam persyaratan itu pihak Lanud meminta Pemda BS menyediakan lahan seluas 6 hektar untuk membangun radar udara. Selain itu Pemda BS juga wajib menjaga Lapter I dengan cara memasang pagar keliling pada Lapter I itu. Serta Pemda BS juga harus merehabilitasi mess milik Lanud Palembang di Lapter II. Oleh karena itu, dana Rp 6,5 M itu, diakui Supran untuk pembelian lahan seluas 6 Ha yang diinginkan TNI AU. Kemudian untuk membangun pagar Lapter I serta merehab mess Lanud yang sudah lama tidak difungsikan. “Usulan dana itu jelas peruntukannya agar hibah Lapter segara diterima BS,” Ucapnya. Namun demikian sambung Supran, itu usulan dari pihaknya, Akan tetapi apakah akan dikabulkan atau tidak tergantung saat pembahasan bersama DPRD BS. Akan tetapi dirinya berharap agar perencanaan dana itu dapat disetujui sehingga ke depannya Lapter II itu benar-benar menjadi milik pemda BS. Dengan begitu agar pengadministrasian perkantoran pemda BS menjadi jelas sehingga bisa disertifikatkan atas nama Pemda BS. “ Tujuan kami agar status perkantoran Pemda BS menjadi jelas dengan dihibahkannya lahan itu oleh TNI AU,”Demikian Supran. Sebelumnya Anggota Komisi C DPRD BS, faizal Mardianto SH mempertanyakan dana tersebut. Sebab dirinya menilai pemda BS terkesan untuk menghambur-hamburkan uang. Sebab tanah Lapter itu milik TNI yang jelas-jelas milik Negara sedangkan pemda BS sendiri bagian dari Negara. Sehingga tidak seharusnya memberikan ganti rugi kepada TNI AU untuk mendapatkan hibah lapter itu. “Saya heran, kok tanah Negara harus diganti rugi oleh Negara, padahal peruntukannya jelas untuk kepentingan daerah bukan untuk pribadi,” ujarnya. (369)
Rp 6,5 M untuk Penuhi Syarat Hibah
Jumat 27-12-2013,21:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,17:58 WIB
Terkait Beredar Mobil Dinas Parkir di Depan Warung Remang-Remang, Ini Tanggapan Assisten II Pemkot Bengkulu
Sabtu 21-03-2026,17:52 WIB
Bupati Bengkulu Utara Lepas Pawai Takbir Keliling
Minggu 22-03-2026,14:54 WIB
Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama"
Minggu 22-03-2026,15:07 WIB
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada 24 sampai 29 Maret 2026
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB
Pawai Obor Terangi Kota Manna
Terkini
Minggu 22-03-2026,17:09 WIB
Propam Polda Bengkulu Ingatkan Anggota Jaga Disiplin dan Maksimalkan Pelayanan ke Masyarakat
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Akui Kesalahan Terdakwa Kasus Koripso Batubara Siap Kembalikan KN Rp159 M
Minggu 22-03-2026,17:02 WIB
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Aman, CJH Bengkulu Diminta Tak Terpengaruh Isu Global
Minggu 22-03-2026,16:59 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 di JTTS Meningkat, HK Catat Lonjakan Hingga 50 Persen
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB