JAKARTA, BE - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era 2007-2009, Sofyan Djalil mengaku kecewa sekaligus bingung karena namanya ikut masuk daftar pejabat yang disadap oleh Directorate Signals Defense (DSD) Australia. Yang ia pertanyakann adalah tujuan Australia untuk menyadapnya sebagai seorang menteri BUMN. \"Saya sendiri juga bingung waktu baca saya disadap. Apa hubungannya dengan Menteri BUMN, kenapa saya disadap? Kalau mereka punya kepentingan politik, kenapa saya yang disadap?\" kata Sofyan saat dihubungi JPNN di Jakarta, Senin, (18/11). Selama menjabat sebagai menteri, Sofyan menyatakan ia tidak pernah didekati oleh pihak Australia untuk urusan BUMN. Seingatnya, tak ada pembicaraan kerjasama khusus dengan Australia saat itu. Oleh karena itulah, Sofyan bertanya-tanya tujuan Australia menyadap telepon genggamnya. Saat menjadi menteri BUMN, Sofyan memakai handphone merek Nokia E90-1 yang kemudian disadap Australia. \"Seingat saya tidak ada pihak Australia yang pernah datang pada saya, jadi kenapa harus menteri BUMN yang disadap,\" kata Sofyan sambil tertawa. (flo/jpnn)
Menteri BUMN pun Disadap
Rabu 20-11-2013,10:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 10-04-2026,15:08 WIB
Kapolda Bengkulu Bagikan Nasi Kotak di Rutan, Tanamkan Harapan bagi Tahanan
Jumat 10-04-2026,15:03 WIB
Sidang Korupsi Tambang, Beby Hussy Bantah Terlibat Soal Perizinan
Jumat 10-04-2026,14:39 WIB
Kota Bengkulu Tertinggi Kepesertaan BPJS, Wali Kota Targetkan Capai 100 Persen
Jumat 10-04-2026,14:58 WIB
Pastikan Sejalan dengan Visi Nasional, Pemkab Mukomuko Tunggu Juknis KemenPPPA Terkait Hari Anak 2026
Jumat 10-04-2026,14:55 WIB
Tak Ingin Kades Terjerat Masalah Hukum, DPMD Mukomuko Ingatkan Prosedur Tukar Guling Aset Desa
Terkini
Sabtu 11-04-2026,14:15 WIB
Buron 4 Tahun, Terpidana Tambang Ilegal Seluma Akhirnya Dibekuk Tim Tabur Kejati Bengkulu
Sabtu 11-04-2026,13:57 WIB
Polresta Bengkulu dan Wartawan Perkuat Sinergi Lewat Minisoccer Bersama
Sabtu 11-04-2026,13:35 WIB
Jaksa Tuntut Dua Eks Pejabat Bengkulu di Kasus Pasar Panorama, Kerugian Negara Capai Rp12,07 Miliar
Sabtu 11-04-2026,13:34 WIB
Pangdam XXI/Radin Inten Warning Penyerobot Lahan Hutan di Mukomuko
Jumat 10-04-2026,19:05 WIB