TUBEI,BE - Setelah merampungkan pemeriksaan terhadap 25 kepala sekolah dasar penerima buku sumber DAK tahun 2010, kejaksaan Negeri Tubei akhirnya menemukan angka pasti dugaan tindak korupsi kasus pengadaan dan penyaluran buku yang didanai dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Yakni adanya kekurangan buku yang disalurkan ke sejumlah sekolah penerima bantuan buku tersebut. Dugaan korupsi pengadaan buku ini bertambah menjadi sebanyak 5.075 eksamplar buku di 21 sekolah. Dari data sebelumnya yang hanya berjumlah 4.000 buku. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negri Tubei Doddy Budi Kelana SH melalui Kasi Pidsus Rizal Edison SH kepada BE kemarin. \"Seluruh kepala sekolah penerima buku dak 2010 sudah selesesai kita periksa, ternyata dari keseluruhan sekolah hanya 4 sekolah yang menerima buku sesuai dengan jumlah, sedangkan 21 sekolah mengalami kekurangan sebanyak 5075 eksamplar,\" kata Rizal. Berdasarkan hasil pemeriksaan Kejari Tubei, kekurangan buku yang disalurkan tersebut terjadi di SDN 04 Lebong atas sebanyak 574 eks, SDN 06 Lebong atas kurang 686 eks, SD 01 Pelabai kurang 548 buku, SDN 03 Lebong Utara kurang 272 buku, SD 04 Lebong Utara Kurang 269 buku. SDN 07 Lebong Utara kurang 101 buku, SD 05 Amen Kurang 99 buku, SDN 06 Amen Kurang 267 Buku, SDN Uram Jaya Kurang 32 buku, SDN 04 Uram Jaya kurang 365 buku. Lalu di SD 04 Pinang Belapis kurang 520 buku, SDN 01 Pinang Belapis kurang 43 buku Kekurangan buku juga terjadi di SDN 08 Lebong Tengah sebanyak 134 buku, SDN 06 Lebong Sakti kurang 42 buku,SDN 07 Lebong sakti kurang 117 buku, SDN 07 Bingin kuning kurang 83 buku, SDN 03 Bingin Kuning kurang 156 buku, SDN 11 Lebong Selatan Kurang 329, SDN 02 Rimbo Pengadang kurang 175 buku,SDN 01 Topos kurang 177 buku dan SDN 05 Topos kurang 86 buku. \"Nah, untuk sekolah yang pengadaan bukunya lengkap yakni SDN 05 Pelabai, SDN 12 Lebong Utara, SDN 01 Lebong Tengah dan SDN 03 Lebong Selatan. Pengadaan buku dari DAK ini untuk Buku pengayaan sebanyak 110000, buku refrensi 7125 panduan 3250 eksamplar,\" ungkap Rizal. Selain itu, pada Kamis (14/11) mendatang, Kejari memeinta keterangan dari saksi ahli dari Unib. Terkait kontrak pengadaan buku tersebut. Setelah pemeriksaan ahli, maka akan segera disampaikan ke BPKP untuk selanjutnya dilakukan audit kerugian negara. \"Mudah-mudahan audit bisa secepatnya dilakukan dan selanjutnya akan kita tetapkan tersangkanya,\" pungkasnyab
Dugaan Korupsi DAK Bertambah 5.075 Buku
Rabu 13-11-2013,14:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 13-08-2026,12:23 WIB
Pemkab Kaur Pinjam Lahan MA, Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat
Kamis 13-08-2026,11:20 WIB
Pemkab Mukomuko Gembleng SDM Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Choirul Huda Tegaskan Hal Ini
Kamis 13-08-2026,12:30 WIB
Convoy Merdeka 2026 Astra Honda Motor Jelajahi Ikon Sejarah Bengkulu
Kamis 13-08-2026,12:39 WIB
Komunitas Vario Bengkulu Siap Gelar Night Ride, Sekaligus Perkuat Silaturahmi
Kamis 13-08-2026,13:59 WIB
Penempatan Pejabat Tak Linier di Pemkab Mukomuko Disorot, BKPSDM: Kompetensi Tak Hanya Ditentukan Ijazah
Terkini
Kamis 13-08-2026,16:30 WIB
Daftarkan 15 Inovasi ke Kemendagri, Pemkab Mukomuko Incar Kenaikan Indeks IGA 2026
Kamis 13-08-2026,15:55 WIB
Polresta Bengkulu Ungkap 8 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Diamankan
Kamis 13-08-2026,15:53 WIB
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Wali Kota Bengkulu Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Kamis 13-08-2026,15:31 WIB
Jembatan Garuda di Pagar Dewa Resmi Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo
Kamis 13-08-2026,15:28 WIB