JAKARTA, BE – Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) mencatat perbaikan daftar pemilih untuk pemilu 2014 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih menyisakan persoalan. Diperkirakan, 62 juta pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sebelumnya telah ditetapkan KPU Kabupaten/Kota, masih bermasalah. Direktur LIMA, Ray Rangkuti, merinci angka 62 juta data pemilih diduga masih bermasalah antara lain berasal dari 10,4 juta pemilih yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal tersebut sebagaimana dikemukakan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Irman, Jumat (1/11) lalu. Menurutnya, dari total 20,3 juta data pemilih temuan PDI Perjuangan yang menyebabkan KPU akhirnya menunda DPT nasional pada 23 Oktober lalu, hanya sebagian yang telah dapat diselesaikan baik oleh KPU maupun Kemendagri. Selain itu, Kemendagri menurut Ray, beberapa waktu lalu juga menyebut ada sekitar 30-an juta pemilih yang ditetapkan dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), tidak ditemukan datanya dalam daftar Pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan terdapat 10,8 juta pemilih yang bermasalah.“Jadi jika ditambahkan jumlah DPT yang bermasalah mencapai 62 juta pemilih,” katanya di Jakarta, Minggu (3/11). Melihat kondisi ini, Ray menyarankan KPU sebaiknya kembali menunda penetapan DPT nasional untuk yang kedua kalinya. Karena dengan total jumlah pemilih bermasalah mencapai 62 jiwa, jelas tidak ada argumen yang tepat untuk memaksakan penetapan DPT yang menurut rencana akan dilaksanakan Senin (4/11) hari ini. “Sekalipun kita mengurangi jumlah pemilih yang bermasalah tersebut hingga misalnya konsentrasi hanya pada jumlah sekitar 10,4 juta pemilih tanpa NIK, jumlah ini pun lebih dari cukup untuk mendesak KPU menunda penetapan DPT,” katanya. Ray menilai, alasan memaksakan penetapan DPT hanya karena persiapan penyediaan logistik sangat mendesak, jelas sangat tidak dapat diterima. Sebab logistik pemilu merupakan fasilitas Pemilu. Sementara pemenuhan hak pemilih, merupakan kewajiban utama penyelenggara Pemilu. “Jadi tidak ada pemilu yang jujur dan adil jika terdapat puluhan juta pemilih kehilangan hak pilihnya karena tidak dapat diakomodasi oleh penyelenggara,” katanya. Menurut Ray, tujuan pemilu dilaksanakan bukan untuk mencetak dan mendistribusikan logistik pemilu. Tetapi dalam rangka memfasilitasi hak warga negara memilih pemimpin. (jpnn)
62 Juta Data Pemilih Masih Bermasalah
Senin 04-11-2013,18:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 10-05-2026,22:03 WIB
Tangguh Bertransformasi di Tengah Fluktuasi PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025
Senin 11-05-2026,12:00 WIB
Pemkot Bengkulu Siapkan Revitalisasi Mess Pemda Jadi Kantor Wali Kota, Tunggu Hibah Rampung
Senin 11-05-2026,14:32 WIB
Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
Senin 11-05-2026,14:16 WIB
Dana Desa Tahap I di Mukomuko Tuntas Lebih Cepat, Rp18,7 Miliar Mengalir ke 148 Desa
Senin 11-05-2026,12:02 WIB
Pemkot Bengkulu Hidupkan Suasana Malam Kota Lewat Penataan Lampu Stadion
Terkini
Senin 11-05-2026,21:15 WIB
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNIB Gali Potensi Wisata Desa Taba Lubuk Puding Melalui Kuliah Lapangan
Senin 11-05-2026,19:16 WIB
Polda Bengkulu Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi Nelayan, 4 Ton BBM Disita
Senin 11-05-2026,19:14 WIB
SPMB Bengkulu 2026 Resmi Diluncurkan, Pemprov Pastikan Gratis dan Transparan
Senin 11-05-2026,19:11 WIB