Sedikitnya, 48 warga Guatemala tewas. Selain itu, 29 orang lainnya hilang. Ada dugaan bahwa mereka tertimbun reruntuhan bangunan. Ratusan warga juga kehilangan rumah mereka setelah rata dengan tanah.
Gempa terjadi pada pukul 10.35 waktu setempat (sekitar pukul 23.35 WIB). Episentrum atau pusat gempa terletak sekitar 23 kilometer dari Champerico, kota pantai di barat daya Guatemala, pada kedalaman sekitar 42 kilometer. Suasana mencekam pun terasa di Kota San Marcos, 250 kilometer Guatemala City, ibu kota Guatemala. Wilayah itu paling parah terkena dampak gempa.
Sebagian besar korban tewas adalah warga Negara Bagian San Marcos, kawasan pegunungan di dekat perbatasan Meksiko. Gempa itu juga mengakibatkan longsor sehingga merusak banyak jalan.
Sejumlah pekerja dilaporkan tertimbun saat areal tambang pasir di San Marcos longsor. Kawasan itu terletak sekitar 130 kilometer dari pusat gempa.
Seluruh wilayah itu pun gelap gulita pascagempa. Warga terpaksa bertahan di reruntuhan bangunan saat malam. Sebagian berlindung di sebuah rumah sakit, satu-satunya bangunan yang masih dialiri listrik.
Di Kota San Cristobal Cochu, pemadam kebakaran sibuk mencari korban di sebuah rumah yang ambruk. Menurut Juru Bicara Pemadam Kebakaran Ovidio Perez kepada radio Emisoras Unidas, sedikitnya 10 anggota keluarga, termasuk bocah usia empat tahun, dilaporkan terkubur.
Presiden Guatemala Otto Perez Molina menyebut bahwa 40 orang tewas di San Marcos. Lalu, delapan korban jiwa yang lainnya berasal di negara bagian tetangganya, Quetzaltenango.
Itu merupakan gempa terbesar yang mengguncang Guatemala sejak 1976 atau 36 tahun lalu. Saat itu, gempa berkekuatan 7,5 skala Richter di Guatemala menewaskan 23 ribu orang. \"Beruntung, kerusakan akibat gempa kali ini tidak separah seperti pada 1975,\" kata Molina kepada para wartawan.
Kendati begitu, lanjut dia, sejumlah jalan ambrol atau hancur di beberapa lokasi di sepanjang kawasan pantai Samudera Pasifik.
Gempa itu membawa dampak luas di Guatemala. Kerusakan dilaporkan terjadi pada 21 di antara 22 negara bagian. Di San Marcos, wilayah terparah kena gempa, 30 rumah ambruk. Itu termasuk kantor polisi dan pengadilan.
Para sukarelawan mendistribusikan kotak berisi obat-obatan di barat Guatemala Rabu malam waktu setempat. Eblin Cifuentes, 26, seorang mahasiswa, dan sekelompok pelajar lain mengumpulkan obat-obatan dari sumbangan. Mereka menyalurkannya ke rumah sakit San Marcos. (RTR/BBC/CNN/cak/dwi)
Gempa 7,4 SR di Guatemala, 48 Tewas
Jumat 09-11-2012,08:34 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:22 WIB
Musda PARI Bengkulu 2026 Digelar, Siapkan Kepemimpinan Baru Hadapi Tantangan Transformasi Layanan Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB
Bisa Dipidana, Pemilik Ternak Lepas Liar di Bengkulu Selatan Terancam Proses Hukum Jika Picu Kecelakaan Maut
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Terkini
Sabtu 04-07-2026,22:13 WIB
Sambangi RSUD Lebong, Senator Destita Siap Kawal Pengembangan Fasilitas Hingga ke Kementerian Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB