CURUP, BE - Pembagian nomor tes CPNS yang berlangsung di gedung Pertemuan Jalan Merdeka Curup, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (29/10) berakhir ricuh. Kericuhan terjadi karena miss komunikasi antara peserta dan panitia yang membagikan nomor peserta hingga harus melibatkan anggota Satpol PP guna melerai perkelahian. Mirisnya, perkelahian itu dilakukan oleh wanita. Data terhimpun wartawan, kericuhan itu berawal saat kedatangan seorang peserta seleksi CPNS berinisial DN, warga Kelurahan Dwi Tunggal Curup ke lokasi pengambilan nomor. Entah dipicu karena persoalan apa, DN terlibat cekcok mulut dengan seorang petugas pembagian nomor CPNS berstatus PNS berinisial ST. Ribut mulut keduanya mengundang perhatian peserta lain dan petugas Satpol PP yang bertugas. Beruntung cek cok yang sudah mengarah hampir mengarah perkelahian fisik itu dilerai oleh petugas keamanan hingga tidak berlanjut. Dikonfirmasi wartawan, DN mengaku kedatanganya untuk menemui seseorang bernama Yuli untuk meminta pengantar dari Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Rejang Lebong guna mengurus berkasnya sendiri ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). \"Saya minta baik-baik, malah keluar kata kasar yang tidak wajar. Malah saya mau dipukul oleh PNS tersebut,\" ungkap DN. Dijelaskan DN, dirinya sudah terdaftar sebagai honorer ketegori I dengan masa kerja sejak tahun 2004, bahkan sejak 2005 DN mengaku memiliki SK dari Bupati Rejang Lebong sebagai honorer di Dinas Perhubungan dan Kominfo Rejang Lebong. DN mengaku telah beberapa kali melengkapi berkas honorer sejak tahun 2009, 2010 dan 2012. \"Setelah saya cek sendiri di BKN, ternyata berkas saya tidak pernah sampai ke BKN. Makanya saya mau mengurus sendiri berkas saya, dengan meminta pengantar dari BKD RL,\" tegasnya. Hanya saja, saat ingin meminta pengantar dirinya diminta oleh oknum PNS berinisial ST untuk mengurus berkas ulang. \"Saya menolak, atas dasar saya sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai bersedia pindah ke honorer Kategori Dua, bahkan aturan BKN sendiri tidak mengatur harus mengurus berkas kembali,\" ungkapnya. DN mengaku sangat dirugikan, karena sejak tahun 2005 ia mengaku memiliki SK yang jelas, slip gaji dan absensi yang sama dengan 15 honorer lainnya di Dinas Perhubungan dan Kominfo Rejang Lebong. \"Kenapa teman-teman saya tidak ada masalah, malah berkas saya dipermasalahkan,\" akunya. (999)
Pembagian Nomor CPNS Ricuh
Rabu 30-10-2013,14:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 13-08-2026,12:23 WIB
Pemkab Kaur Pinjam Lahan MA, Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat
Kamis 13-08-2026,11:20 WIB
Pemkab Mukomuko Gembleng SDM Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Choirul Huda Tegaskan Hal Ini
Kamis 13-08-2026,12:30 WIB
Convoy Merdeka 2026 Astra Honda Motor Jelajahi Ikon Sejarah Bengkulu
Kamis 13-08-2026,13:59 WIB
Penempatan Pejabat Tak Linier di Pemkab Mukomuko Disorot, BKPSDM: Kompetensi Tak Hanya Ditentukan Ijazah
Kamis 13-08-2026,12:39 WIB
Komunitas Vario Bengkulu Siap Gelar Night Ride, Sekaligus Perkuat Silaturahmi
Terkini
Kamis 13-08-2026,16:30 WIB
Daftarkan 15 Inovasi ke Kemendagri, Pemkab Mukomuko Incar Kenaikan Indeks IGA 2026
Kamis 13-08-2026,15:55 WIB
Polresta Bengkulu Ungkap 8 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Diamankan
Kamis 13-08-2026,15:53 WIB
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Wali Kota Bengkulu Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Kamis 13-08-2026,15:31 WIB
Jembatan Garuda di Pagar Dewa Resmi Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo
Kamis 13-08-2026,15:28 WIB