BENTENG, BE - Kawasan hutan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan pelaku illegal logging atau pembalakan liar serta perambah hutan semakin marak. Kasi Pengawasan Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Distanhutbun) Benteng Hutan Sui Ferdinant S.Hut mengatakan, bahwa untuk pengawasan hutan yang ada di Benteng memang terbilang cukup berat karena saat ini sekitar 40% hutan telah mengalami kerusakan. Sedangkan untuk pengawasan juga terbatas pada jumlah personil saat ini. \"Tugas kita sebagai pengaman hutan juga tidak ditunjang dengan persediaan kelengkapan dan juga keperluan yang seharusnya ada,\" ujarnya. Ditambahkannya, banyak kendala yang sering ditemukan petugas pengawasan hutan dilapangan. Belum lagi bahaya yang setiap saat mengancam, tidak hanya oleh isi hutan, namun juga oleh perambah hutan yang sering dirazia. \"Kalau untuk perambah, tentunya kita selalu melakukan pendekatan persuasif dan diberikan penjelasan tentang kerusakan hutan,\" tambahnya. Dikatakanya, pendukung lainnya seperti senjata api, memang saat ini masih sangat kurang. Selanjutnya jumlah personil yang saat ini hanya ada 5 yang berstatus PNS ditambah lagi dengan tenaga tambahan baru yang direkrut melalui honorer sebanyak 12 orang personil. Untuk pos jaga hutan saat ini juga masih sangat kekurangan, karena hanya ada satu unit pos hutan yang terdapat di kawasan hutan lindung liku sembilan. Untuk kedepannya, telah diajukan penambahan pos jaga hutan ini, apalagi jalan untuk para pelaku seperi illegal logging untuk meloloskan hasil hutan juga sangat banyak. \" Jika tidak diawasi secara penuh, maka dikhawatirkan pengawasan akan sia-sia saja karena masih ada pelaku yang lolos,\" tambahnya. Menurutnya, Selain itu, untuk metode pendekatan secara persuasif juga terus dilakukan. Karena umumnya upaya pendekatan terhadap para petani yang merambah hutan adalah salah satu metode efektif. Mereka diberikan pemahaman, mengenai kerusakan huta yang sudah cukup banyak saat ini. Untuk lokasi pertambangan yang juga menjadi areal pengawasan hutan, terus dilakukan. Bukan hanya titik koordinat saja yang menjadi perhatian, karena seringkali dalam melakukan operasi dilapangan juga ditemukan para pelaku illegal logging. \"Walaupun kekurangan namun kami tetap bekerja dengan semangat demi hutan Benteng yang memerlukan perhatian serius,\" demikian Sui.(111)
Kurang Pengawasan, Pembalakan Marak
Sabtu 28-09-2013,13:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-04-2026,18:14 WIB
Tol Bengkulu–Lubuklinggau Sudah Masuk PSN, Kini Tinggal Realisasi
Senin 20-04-2026,18:54 WIB
Atasi Krisis Dokter Spesialis, Pemkab Mukomuko Gandeng Universitas Andalas
Senin 20-04-2026,18:45 WIB
Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Aktif Cegah Truk Over Tonase Rusak Jalan Lingkungan
Senin 20-04-2026,18:41 WIB
Helmi Hasan Buka Retreat Merah Putih di SMAN 10 Bengkulu, Tekankan Pembentukan Karakter
Senin 20-04-2026,18:16 WIB
Pemprov Bengkulu Yakin Tol Bengkulu–Lubuklinggau Berlanjut, Fokus Dorong Seksi II dan III
Terkini
Senin 20-04-2026,22:00 WIB
Senator Destita Usulkan Bengkulu Jadi Tuan Rumah PON
Senin 20-04-2026,20:00 WIB
Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina
Senin 20-04-2026,18:56 WIB
Putus Tren Penumpukan Anggaran di Akhir Tahun, Sekda Mukomuko 'Warning' Seluruh OPD
Senin 20-04-2026,18:54 WIB
Atasi Krisis Dokter Spesialis, Pemkab Mukomuko Gandeng Universitas Andalas
Senin 20-04-2026,18:53 WIB