KOTA BINTUHAN, BE– Pihak PLN saat ini mengakui sampai saat ini kondisi daya dan tegangan arus listrik interkoneksi yang telah mengaliri Kabupaten Kaur, masih belum normal. Hal ini disebabkan pasokan daya dari Gardu Induk (GI) Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, belum stabil. Sehingga membuat masyarakat Kaur marah karena sering mati lampu. Sehingga membutuhkan proses agar arus listrik lancar. \"Kita sebelumnya sudah memberitahukan kepada masyarakat, bahwa dengan adanya interkoneksi saat ini, jelas pelayanan PLN akan terganggu, namun semuanya itu harus dimaklumi, jika proses sudah selesai maka mudah-mudahan tidak akan terganggu,\" ujar Kepala PLN Ranting Bintuhan Drs Nursiwan, kemarin. Dikatakanya, sering mati lampu memang disebabkan panjangnya jaringan yang harus dilayani dengan sumber daya dari GI Padang Lebar Manna ini. Selain itu, kendala terjadi ketika angin kencang yang menyebabkan terjadi pohon tumbang. Sehingga butuh lagi perbaikan, namun semuanya uji coba dalam seminggu ini. \"Makanya saat ini bisa dikatakan uji coba, karena jika ada gangguan cuaca maka GI Manna Bengkulu Selatan bakal ada perbaikan. Hal ini juga terkait dengan daya yang belum stabil. Sehingga akan terjadi pemadaman diseluruh Kabupaten Kaur,\" jelasnya. Saat ini salah satu cara, kata Nursiwan, untuk menghindari terjadi daya listrik tidak stabil yakni membangun Gardu Induk yang khusus melayani arus listrik di Kabupaten Kaur. Meski arah menuju kesana diyakini akan cukup lama. Sehingga ia berharap warga masyarakat bersabar. \"Untuk itu tentu sangat memerlukan biaya sangat tinggi sehingga warga mesti bersabar karena realisasinya tidak dalam waktu dekat ini, namun untuk sekarang kita akan usahakan arus litrik normal kembali,\" jelasnya. Lebih lanjut, tambah Nursiwan, pihaknya memastikan dalam upaya untuk terus melayani sehingga listrik terus menyala. Pihaknya terus melakukan upaya pemeliharaan jaringan. Meskipun diakui dengan panjang jaringan ini membuat peluang terjadi gangguan semakin besar pula, karena kebutuhan daya listrik di Kabupaten Kaur saat ini mencapai 5 megawatt pada siang hari dan 5,2 megawatt ketika malam hari. \"Sehingga kita juga mengimbau kepada masyarakat jika malam hari matikan yang tidak perlu, karena beban daya akan semakin berat,\" jelasnya.(823)
Listrik Tak Normal
Jumat 27-09-2013,22:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:30 WIB
Chocolatos Go International! Gandeng BK8 Gresini Racing, Brand Indonesia Ramaikan MotoGP 2026-2027
Selasa 06-10-2026,11:15 WIB
Jadwal Puasa Sunnah Oktober 2026 Lengkap, Cek Tanggal dan Bacaan Niatnya
Selasa 06-10-2026,11:05 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Bertengger di Level 6.130
Selasa 06-10-2026,11:08 WIB
Vape Disebut Picu Diabetes dan Gangguan Paru, 3 Asosiasi Desak BRIN Buka Data Penelitian
Selasa 06-10-2026,11:58 WIB
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat
Terkini
Selasa 06-10-2026,16:53 WIB
Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Penyelesaian Persoalan Agraria Lewat Koordinasi Lintas Sektor
Selasa 06-10-2026,16:36 WIB
Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, Disperindag Mukomuko Sidak SPBU
Selasa 06-10-2026,16:32 WIB
Empat Saksi Diperiksa di Sidang Dugaan Korupsi SKU PLTA Musi, JPU Lanjut ke Pengadaan AVR
Selasa 06-10-2026,16:20 WIB
Keterangan Tejo dan Tomi Berbeda di Sidang Perkara Bank Bengkulu, Penasihat Hukum Minta Konfrontasi
Selasa 06-10-2026,16:14 WIB