KEPAHIANG, BE – Sepertinya ada yang salah dalam penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea keluaran dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Soalnya seluas 50 hektare lahan persawahan milik petani di desa Karang Indah di Kepahiang terancam gagal panen. Ini setelah tanaman padi para petani yang ditanam sejak 1,5 bulan lalu tumbuh dengan kondisi kerdil. Hal ini diketahui setelah para petani tersebut menduga jika pupuk bersubsidi yang digunakan adalah oplosan. \"Kita sudah dapat informasinya mengenai dugaan pupuk oplosan ini. Makanya kita akan segera panggil PT Pusri untuk klarifikasinya,\" ujar Kadispertan Kepahiang, Ir Taufik MD Sabtu (21/9) kemarin kepada BE. Dikatakannya, pihaknya sementara ini juga menduga jika ada yang salah atas penggunaan pupuk yang dipakai oleh para petani didaerah tersebut. Namun untuk mengetahui secara persis penyebabnya, kehadiran PT Pusri selaku distributor pupuk bersubsidi di Kepahiang sangat dibutuhkan. \"Harapan kita pihak PT Pusri bisa menjelaskan terkait hal ini, karena kasian sekali kan petani kita menjadi gagal panen. Banyak loh jumlahnya,\" jelansya. Terpisah Ketua Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Serunting Sakti desa Karang Indah, Drs H Syaiful Amri menyampaikan awal mula tumbuh kerdilnya padi para petani didesanya setelah para petani melakukan pemupukan. \"Dugaan kami dengan tanaman padi yang kerdil ini akibat dari pupuk yang kami gunakan oplosan. Ini berdasarkan pengalaman, yang mana pasca pemupukan daun padi kami menguning dan mati. Sehingga tanaman padipun tumbuh kerdil, dengan kondisi itu pula bagaimana bisa padi kami nantinya berbuah,\" katanya. Dikatakannya, saat ini akibat dari penggunaan pupuk yang diduga oplosan itu hampir 50 persen tanaman padi kondisinya tumbuh kerdil. Kondisi ini juga hampir rata-rata dialami oleh hampir seluruh petani yang berada didesanya. Dan kondisi ini baru diketahui warga pasca pemupukan dengan jenis pupuk urea tahap pertama pada saat umur padi baru menginjak sebulan. \"Kami sempat mengira daun padi menguning itu terkena serangan penyakit, tapi kenyataannya setelah kami semprot baik dengan insektisida ataupun fungisida tanaman padi kami tidak mengalami perubahan sama sekali,\" jelasnya.(505)
Dispertan Panggil PT Pusri
Senin 23-09-2013,13:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 17-09-2026,11:12 WIB
Meta One Resmi Meluncur, Paket Instagram hingga WhatsApp Mulai Rp52 Ribuan per Bulan
Kamis 17-09-2026,11:01 WIB
25 Ribu Pelari Serbu GBK, Pelari Kenya Ikut Ramaikan MILO ACTIV Indonesia Race 2026
Kamis 17-09-2026,16:57 WIB
Sidang Perkara Perdata, Saksi Pastikan 12 Akta Dibacakan Sebelum Ditandatangani
Kamis 17-09-2026,14:30 WIB
Usai Audit 17 Puskesmas, Inspektorat Mukomuko Bidik 120 Desa
Kamis 17-09-2026,14:28 WIB
1.000 Aparatur Desa di Mukomuko Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Terkini
Jumat 18-09-2026,10:53 WIB
Hari Jumat Tiba, Jangan Lewatkan 4 Amalan Ini dari Salawat hingga Doa
Jumat 18-09-2026,10:47 WIB
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal, DPR Minta Pemerintah Segera Audit Pengungsian
Kamis 17-09-2026,16:57 WIB
Sidang Perkara Perdata, Saksi Pastikan 12 Akta Dibacakan Sebelum Ditandatangani
Kamis 17-09-2026,16:50 WIB
Kepala SMKN 1 Bengkulu Dipanggil Disdikbud, Sanksi Tunggu Keputusan Sekda dan BKD
Kamis 17-09-2026,14:33 WIB