Kapolda Bengkulu Turun Langsung, Konservasi Penyu Warga Terancam Abrasi Dapat Perhatian
Kapolda Bengkulu Turun Langsung, Konservasi Penyu Warga Terancam Abrasi Dapat Perhatian--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Upaya pelestarian penyu yang dirintis secara mandiri oleh warga di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapat perhatian langsung dari Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono.
Di tengah ancaman abrasi yang merusak fasilitas konservasi, Kapolda turun ke lokasi pada Kamis (9/4/2026) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan berbasis masyarakat tersebut.
Konservasi penyu Alun Utara yang diinisiasi Zulkarnedi sejak 2015 telah berhasil melepasliarkan ribuan tukik ke laut. Namun, kondisi terkini menunjukkan tantangan serius setelah abrasi dan cuaca ekstrem menghantam area penetasan.
“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Mardiyono dalam keterangan tertulisnya.
Dari hasil peninjauan, Kapolda menemukan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan cukup parah. Abrasi tidak hanya menggerus garis pantai, tetapi juga mengurangi luas lahan konservasi serta menurunkan kualitas bangunan penunjang.
BACA JUGA:Bupati Rifai Tajudin Jemput Dana Hibah ke BNPB, Perkuat Program Pascabencana
BACA JUGA:Bupati Rifai Tajudin Teken MoU, Perkuat SDM Transportasi Bengkulu Selatan
“Sebagian fasilitas mengalami kerusakan akibat abrasi dan cuaca ekstrem, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas sarana konservasi,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Polda Bengkulu berkomitmen untuk menindaklanjuti kebutuhan yang diajukan pengelola. Dukungan akan dikaji agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu memperkuat keberlanjutan konservasi.
Tak sekadar meninjau, Kapolda juga mengerahkan sekitar 40 personel untuk melakukan kerja bakti membersihkan kawasan konservasi dari dampak abrasi.
Di lokasi tersebut, saat ini terdapat sekitar 1.500 telur penyu yang tengah dalam proses penetasan. Kapolda berharap seluruh telur tersebut dapat menetas dengan baik dan menambah populasi penyu di perairan Bengkulu.
Ia menegaskan, perlindungan penyu sebagai satwa dilindungi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk aparat kepolisian.
“Polri akan terus berperan aktif, baik melalui pengawasan, pencegahan pelanggaran, maupun dukungan terhadap kegiatan konservasi masyarakat,” tegasnya.(**)
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, khususnya bagi habitat penyu yang kian terancam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

