KOTA MANNA, BE – Pengusutan dugaan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) PAUD di Kabupaten Bengkulu Selatan, yang sebelumnya diusut pihak Kejari Manna, kini sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Hal ini mulai menimbulkan tanda tanya apakah kasus ini sengaja dibekukan karena kerugian negara tidak mencapai Rp 100 juta. \"Kami mempertanyakan ada apa di balik belum ditetapkannya tersangka kasus dana PAUD. Apakah antara kejaksaan dan pelaku atau pihak tertentu sudah ada kongkalikong,” ujar salah satu pengurus Aliansi Peduli Bengkulu Selatan (APBS), Deko kemarin. Karena menurut Deko, pihak kejaksaan sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut mulai dari tahun 2012 lalu. Bahkan sudah lebih dari 80 saksi yang sudah diperiksa. Ditambah lagi pihak kejaksaan sudah memperkirakan ada unsur kerugian negara dari kasus tersebut. Yakni sekitar Rp 36 juta. Setelah itu pihak penyidik Kejari Manna juga sudah melakukan ekspose intern Kejari. Hanya saja hasil ekspose itu tidak disampaikan ke media. Sebab itu Deko menduga pihak kejaksaan sengaja menutupi hasil ekspose tersebut. Selain itu, Deko mempertanyakan sikap penyidik Kejari Manna yang menjanjikan penetapan tersangka usai ekspose di Kejaksaan Tinggi. Namun hingga saat ini ekspose di Kejari belum jelas kapan waktunya. \"Katanya ekspose di Kejati secepatnya, tapi kini kok sudah dua minggu lebih belum juga di ekspose, atau mungkin pihak Kejaksaan Negeri Manna tidak berani menetapkan tersangkanya,\" tandasnya. Sementara itu tim jaksa pengusutan dugaan korupsi dana PAUD ini Lucky Selvano Marigo SH dan H Rizal HN SH membenarkan jika kasus itu belum diekspose di Kejaksaan Tinggi. Hanya saja keduanya tidak mau menjelaskan alasannya. Keduanya malah meminta wartawan koran ini menanyakan langsung ke Kasi Pidsus sebagai ketua tim. \"Kami hanya anggota, jadi yang lebih berwenang silahkan hubungi Kasi Pidsus,\" kilah keduanya. Namun sayangnya, saat BE mencoba menemui Kasi Pidsus, Adi Purnama SH MH dirinya tidak ada di ruang kerjanya. Begitu juga saat nomor handpone yang biasa digunakan juga sedang tidak aktif. Sekedar mengingatkan tahun 2012 lalu, sebanyak 64 PAUD di BS menerima dana BOP sebesar Rp 600 juta. Untuk masing-masing PAUD besaranya tidak sama tergantung jumlah siswanya. Namun saat penyaluran diduga ada aksi pungutan liar dari oknum pejabat PAUD yang besarannya mencapai 40 persen atau sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta untuk masing-masing PAUD. (369)
Pengusutan Dana PAUD “Mengendap”
Sabtu 14-09-2013,11:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB
Perkuat Komitmen Antikorupsi Saat SPMB, Pemkot Bengkulu Minta Kepsek Jauhi Pungli dan Gratifikasi
Kamis 11-06-2026,11:46 WIB
Danau Dendam Tak Sudah Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Bengkulu, Pemprov Mulai Penataan Kawasan
Kamis 11-06-2026,10:07 WIB
Pelajar SMP Asal Pondok Batu Hilang Terseret Ombak di Pantai Badri Mukomuko
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Terkini
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Kamis 11-06-2026,16:10 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa Sekolah Binaan Berkarya Lewat Konten Sustainable Living Saat Libur Sekolah
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,15:45 WIB
Orangtua Senator Destita dan Bupati Seluma Tutup Usia, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo
Kamis 11-06-2026,15:15 WIB