CURUP, BE – Penyidik Tipiter Satuan Reskrim Polres Rejang Lebong, Senin (26/08) melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Sekolah berinisial SP (46), warga Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup Tengah, atas tuduhan penipuan berkedok investasi. Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Kasat Reskrim, AKP Margopo SH, Senin (26/08) mengungkapkan, SP diketahui telah 2 kali menjalani pemeriksaan di sat Reskrim Polres RL untuk dimintai keterangan atas dugaan penipuan yang dilakukannya. “SP sudah kita panggil dan dimintai keterangan terkait laporan Istri Handayani (39), warga Kelurahan Sidorejo kecamatan Curup Tengah, salah satu warga yang menjadi korban SP,” ujarnya. Dijelaskan Margopo, berdasarkan keterangan sementara, SP juga mengaku menjadi korban penipuan jaringan perusahaan investasi tersebut. “Pengakuan SP sementara, uang yang diterimanya dari korban tidak disetorkan langsung ke kantor perusahaan investasi yang beralamat di Linggau melainkan oleh SP disetorkan kembali kepada dua orang rekannya berinisial YH dan MR selaku perpanjangan tangan SP dengan perusahaan investasi tersebut,” ujar Margopo. Sementara, sambung Margopo, YH sendiri telah ditahan di Mapolres Lubuk Linggau dengan kasus yang sama. “Kita akan terus menyelidiki perkara ini hingga tuntas. Sebab diprediksi selain Istri Handayani, masih banyak warga RL lainnya yang menjadi korban penipuan bermodus investasi yang dilakukan oleh SP Cs ini,” tegas Margopo. Sekedar mengingatkan, Istri Handayani (39), warga Jalan Balai Karya RT 11 Rw 04 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Curup Tengah terpaksa melaporkan SP (46) oknum kepala sekolah di RL ke Mapolres RL lantaran merasa tertipu senilai Rp 50 juta, Kamis (22/08) lalu. Peristiwa penipuan bermula saat pelaku mendatangi rumah korban 3 tahun lalu, tepatnya 29 Agustus 2010. Saat itu pelaku mengajak korban untuk berinvestasi di sebuah usaha perkebunan sawit di kawasan Sp 5 dan SP 6 Kabupaten Musirawas. Pelaku menawarkan usaha sawit tersebut oper paket dengan nilai 1 paket Rp. 5 juta dan akan diberikan bonus 1 paket jika korban berinventasi hingga 10 paket. Korban yang tertarik atas tawaran pelaku lantas mengambil 10 paket dan memberikan uang tunai tunai secara bertahap. Mulanya, korban mengambil 2 paket hingga seterusnya. Namun, setelah 3 tahun, korban yang tidak juga kunjung menerim bagi hasil atas usaha yang dijanjikan pelaku akhirnya mendatangi alamat perkebunan tersebut. Betapa kagetnya korban saat mengetahui jika perkebunan tersebut tidak ada. Merasa ditipu dan dirugikan, korban akhirnya melaporkan hal ini ke Mapolres RL. (999)
Oknum Kepsek Diperiksa Polisi
Selasa 27-08-2013,17:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB