TUBEI, BE - Sejauh ini diketahui, dari total wilayah keseluruhan Kabupaten Lebong yang mencapai 192.424 Ha, diantaranya terdapat 134.834,55 Ha kawasan konservasi. Dengan peruntukan diantaranya adalah Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang mencapai 111.035,00 Ha. Hal ini juga yang menjadi salah satu munculnya masalah konflik masyarakat dengan hutan kawasan di Lebong. Apalagi memang sampai saat ini banyak pemukiman masyarakat yang jaraknya hanya tinggal beberapa meter lagi dari kawasan TNKS. Dikatakan Kepala Bappeda Lebong Fauzi Taher SH MSi Kabupaten Lebong memiliki peluang untuk melakukan penataan ulang patok kawasan TNKS. Terlebih lagi sudah ada lampu hijau dari pemerintah pusat pada saat kegiatan Rakor Bappeda Seluruh Indonesia di Padang Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu. \"Dalam rakor tersebut, kita sudah menyampaikan beberapa persoalan mengenai batas kawasan TNKS di Lebong yang telah banyak berada tinggal beberapa meter dari pemukiman masyarakat. Termasuk masalah tapal batas dengan HL (hutan lindung, red) maupun hutan produksi. Padahal sebagian besar masyarakat di Lebong sudah bermukim di kawasan-kawasan tersebut sebelum wilayah TNKS ditentukan,\" terang Fauzi. Menanggapi hal tersebut, lanjut Fauzi, pemerintah pusat berencana akan merancang Peraturan Presiden mengenai penataan ruang bagi wilayah TNKS. Sehingga secara tidak langsung akan membuka peluang adanya penataan ulang patok-patok kawasan hutan, baik TNKS, HL maupun hutan produksi dan wilayah hutan milik Negara lainnya. \"Dalam rakor tersebut, Lebong dan Jambi merupakan daerah yang mengusulkan soal tersebut. Karena memang kita dan jambi hampir memiliki kondisi yang sama serta berbatasan antar wilayah. Kita masih menunggu rencana rakoor Bappeda Seindonesia ketiga tahun 2013 yang dijadwalkan dilaksanakan di Jakarta. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya,\" kata Fauzi.(777)
Penataan Patok TNKS Segera Dilakukan
Rabu 14-08-2013,18:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB