BINTUHAN, BE- Kejari Bintuhan belum melakukan penyidikan terhadap pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Sambat, Kecamatan Kaur Selatan. pihaknya masih mempelajari dahulu proyek senilai Rp 3 miliar APBD/APBN tahun 2008. \"Kita akan mempelajari dahulu dengan melakukan pengumpulan alat bukti. Apakah benar itu menyalahi atau tidak kita akan cara datanya terlebih dahulu,\" ujar Kajari Kaur HM Iwa Swia Pribawa SH, kemarin. Dikatakanya, Semua persoalan yang menyangkut hukum harus dilakukan kajian dahulu, pihak kejaksaan tidak asal langsung melakukan penyidikan, jika alat bukti tidak ada.\" Makanya dengan demikian masih kita pelajari dahulu,\" jelasnya. Disisi lain, ketua Forum Kebangsaan Kaur Andre Yusdarso SH mengatakan bahwa proyek itu diduga tidak sesuai RAB, karena proyek yang dikerjakan oleh PT. Rekamas Radinasa Bhakti dengan kontrak nomor 523/41/B.IV/DKP/2008 tanggal 5 Juni 2008 senilai Rp 3 miliar. Waktu pelaksanaan pekerjaan selama 190 hari kalender terhitung sejak 5 Juni 2008 berakhir pada 12 Desember 2008. Masa pemeliharaan selama 180 hari kalender terhitung sejak PHO. Kemudian lanjut, Romza mnjelaskan, dalam pelaksanaannya pekerjaan tersebut mengalami 2 kali penambahan waktu sesuai addendum 1 nomor 523/438.b/B.IV/DKP/2008 tanggal 28 Agustus 2008. Alasan dilakukan pekerjaan tambah kurang adalah adanya perbedaan volume kubus pada gambar dengan RAB dan beton ciklop. Volume kubus pada gambar soft drawing adalah 432 m3 sedangkan menurut RAB 649 m3. Beton ciklop pada soft drawing adalah 56,54 m3 sedangakan pada RAB 113,04 m3. Pada tanggal 3 November 2008 pekerjaan dilakukan addendum ke 2 dengan nomor 523/582/B.IV/DKP/2008. \"Alasan dilakukan addendum adalah terdapat perbedaan volume pekerjaan break water antara gambar rencana dengan volume RAB yang semula panjang break water 98 m menjadi 86 m. Hasil pemeriksaan fisik dilapangan dan penghitungan volume pada as built drawing dengan bantuan tenaga konsultan diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan pada pekerjaan pembangunan PPI tersebut di Muara Sahung tersebut. Sehingga hal ini adanya kerugian,\" kata Andre. Oleh karena itu, lanjut Andre, pihaknya meminta Kejari Kaur untuk melakukan penyidikan, karena data dan laporan itu jelas dan akurat.\"Kita harapkan kejari segera menutaskanya,\" jelasnya.(823)
Kejari Bidik Proyek PPI
Jumat 12-07-2013,17:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,19:00 WIB
Puncak Honda Bikers Day 2026, 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan di Ambarawa
Senin 26-10-2026,11:54 WIB
Dino Patti Djalal Buka Suara, Tegaskan 28 Tahun Mengabdi untuk Indonesia dan Bantah Tak Nasionalis
Senin 26-10-2026,09:47 WIB
Laporan Rahasia CIA Terungkap, Israel Dibayangi Ancaman Perang Saudara! Ini Pemicunya
Senin 26-10-2026,09:37 WIB
Karhutla Didorong Jadi Bencana Nasional, Nuroji Soroti Konsekuensi yang Harus Dipertimbangkan
Senin 26-10-2026,09:23 WIB
Bentuk Segitiga di Telapak Tangan, Benarkah Jadi Pertanda Datangnya Rezeki?
Terkini
Senin 26-10-2026,14:44 WIB
Peran Pesantren Dinilai Besar, Bapperida Mukomuko Dorong Kebijakan Lebih Berpihak
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,14:31 WIB
Polisi Masuk Sekolah, Kapolres Mukomuko Bahas Bullying hingga Game Online
Senin 26-10-2026,14:06 WIB
Helm, Sabuk Pengaman, dan Surat Kendaraan Jadi Sorotan dalam Operasi Patuh Nala 2026 di Mukomuko
Senin 26-10-2026,14:01 WIB