HONDA BANNER

Hari Pertama Ramadan, Bapanas Turun Langsung Pastikan Harga Pangan Bengkulu Selatan Aman

 Hari Pertama Ramadan, Bapanas Turun Langsung Pastikan Harga Pangan Bengkulu Selatan Aman

Bapanas bersama pihak terkait saat melakukan pengecekkan Gudang Bulog, Kamis 19 Februari 2025.-RENALD/BE -

KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memastikan stabilitas pangan di daerah tetap terjaga. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada awal bulan suci, tim dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah daerah dan aparat terkait turun langsung melakukan pengecekan harga bahan pokok dan ketersediaan beras di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis 19 Februari 2026.

Pemantauan dilakukan di pusat aktivitas ekonomi masyarakat, yakni Pasar Ampera, tidak hanya itu Gudang Bulog Manna juga ikut dipantau langsung. Pengecekan yang bertepatan dengan hari pertama Ramadan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan sejak awal bahwa harga bahan pokok tetap stabil, pasokan tersedia, dan tidak terjadi gejolak yang dapat membebani masyarakat, baik selama Ramadan maupun menjelang Idul Fitri.

Statistisi Ahli Muda Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Asti Mintoraras menegaskan, pemantauan ini merupakan bagian dari tugas negara dalam mengawal stabilitas pangan pada momen krusial Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ia menyampaikan, pengawasan dilakukan sejak hari pertama Ramadan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

“Kami ditugaskan oleh Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. untuk memantau dalam rangka HBKN, memastikan kondisi pasokan dan harga. Jadi di Kabupaten Bengkulu Selatan relatif aman,” ujar Asti.

Menurutnya, hari pertama Ramadan menjadi titik awal yang sangat penting untuk memotret kondisi riil di lapangan. Dari hasil pengecekan tersebut, pemerintah dapat mengetahui secara langsung apakah terjadi lonjakan harga, kekurangan stok, atau potensi gangguan distribusi yang dapat berdampak pada masyarakat.

BACA JUGA:Seleksi Terbuka JPTP Kota Bengkulu, Jabatan Kadis Kesehatan hingga Pendidikan Dilelang

BACA JUGA:Dery Sepriansyah, Mahasiswa Unib yang Raih Dua Penghargaan di ISC Malaysia

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap stabil sejak awal Ramadan, dan ini akan terus kami lakukan hingga menjelang Idul Fitri. Tujuannya agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga mengantisipasi potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang Lebaran. Oleh karena itu, monitoring akan dilakukan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, kita akan melakukan monitoring secara kontinyu dalam rangka pengamanan harga pangan menjelang Ramadan maupun nanti menjelang Idul Fitri,” tegasnya.

Selain memantau harga di pasar, tim juga memastikan kesiapan cadangan beras pemerintah di Gudang Bulog Manna, termasuk untuk kebutuhan bantuan pangan serta program stabilisasi harga. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Dengan dilakukannya pengecekan sejak hari pertama Ramadan, pemerintah berharap stabilitas pangan di Bengkulu Selatan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran akan lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan, Haroni SP, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi bersama Bapanas dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah.

“Dari hasil pemantauan kita tadi di lapangan, memang ada beberapa komoditi yang harus kita awasi. Insya Allah akan kita monitoring secara berkelanjutan, dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat agar tidak terjadi lonjakan harga,” pungkasnya. (117)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: