BENGKULU, BE-Gejala kenaikan harga barang yang sifatnya umum dan terus-menerus atau inflasi di Provinsi Bengkulu akibat kenaikan harga BBM, kini bergerak sampai 1,72 persen. Diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Ir Dody Herlando Mecon, hal tersebut terjadi sejak Juni lalu. Sebelum kenaikan harga BBM jenis Premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar dari Rp 4.500 ke Rp 5.500 per liter, Mei sebelumnya di wilayah Bengkulu ini sempat terjadi deflasi (kebalikan inflasi) sebesar 0,18 persen. Menurut Dody, Inflasi yang terjadi ini akibat akumulasi dampak berbagai persoalan yang terjadi selama ini, seperti kenaikan harga bawang, cabai, dan daging termasuk kenaikan tarif dasar listrik. \"Sebenarnya kenaikan BBM bukan faktor utama penyebab inflasi ini, namun isu kenaikan harga BBM yang sudah mencuat sejak awal tahun sudah menjadi polemik sendiri dimasyarakat,\" tambah Dody. Dijelaskannya, Inflasi di Bengkulu sebenarnya juga memang sudah bergerak sejak awal tahun. Januari sebesar 1,17 persen, Februasi 0,69 persen, Maret sebesar 0,72 persen dan April 0,25 persen. Namun, kemudian Mei terjadi deflasi. Selain itu, sejak tahun 2011 lalu tingkat Inflasi sudah tinggi, bahkan di atas rata-rata inflasi nasional. Dijelaskannya, Inflasi yang terjadi Juni lalu masih dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan sebesar 3,64 persen. Kemudian kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,04 persen. Kemudian lagi, diikuti sektor lainnya seperti makanan jadi, rokok, perumahan air dan bahan bakar. \"Meskipun mengalami Inflasi, namun ada satu kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen, yaitu kelompok sandang,\" papar Dody. Lebih lanjut, dikatakannya, dilihat berdasarkan tahun kalender, Januari hingga Juni, Bengkulu mengalami Inflasi sebesar 4,45 persen. Jika dilihat dalam satu tahun terakhir, Juni 2012 hingga Juni 2013, Bengkulu mengalami Inflasi sebesar 7,89 persen. Sementara itu, berdasarkan pemantauan BPS pada 16 kota yang ada di Pulau Sumatra, kata Dody, inflasi Bengkulu menduduki urutan ketiga, di bawah Sibolga 1,96 persen dan Banda Aceh 1,75 persen. Ungkapnya, inflasi pada posisi paling bawah dididuki Kota Lhoksemawe. Lebih jauh, dijelaskannya, secara nasional, Juni 2013 ini terjadi inflasi 1,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 140,03. Dari 66 kota IHK, tercatat 65 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,96 persen dengan IHK 149,51 dan terendah terjadi di Gorontalo 0,11 persen dengan IHK 140,95. Sedangkan deflasi terjadi di Ambon 0,15 persen dengan IHK 144,46. (251)
BBM Pacu Inflasi 1,72 Persen
Selasa 02-07-2013,09:37 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,16:17 WIB
Layanan Servis Motor Terbaik, Ribuan Teknisi Bengkel AHASS Asah Kompetensi di Technical Skill Contest
Kamis 30-07-2026,14:21 WIB
Tangis Haru Iringi Bedah Rumah Korban Kebakaran, Syamsu Ihwan: REI Siap Dukung Program Bedah Rumah
Kamis 30-07-2026,14:43 WIB
Standing Instruction Diakui BTN, Dana Rp153 Juta Masih Belum Dicairkan, LPKRI Siap Lapor ke OJK
Kamis 30-07-2026,16:12 WIB
Era Baru Big Bike Petualang Dimulai, New NX500 Perdana Meluncur di Indonesia
Kamis 30-07-2026,14:22 WIB
Kemarau Makin Kering, BMKG Imbau Warga Bengkulu Waspadai Kebakaran Lahan dan Hemat Air
Terkini
Kamis 30-07-2026,16:18 WIB
Bangun Rumah Semai Bibit Mangrove, AHM Tumbuhkan Harapan Baru bagi Pesisir Karawang
Kamis 30-07-2026,16:17 WIB
Layanan Servis Motor Terbaik, Ribuan Teknisi Bengkel AHASS Asah Kompetensi di Technical Skill Contest
Kamis 30-07-2026,16:13 WIB
Amankan Poin di Prancis, Ramadhipa Masuk 5 Besar Pebalap Terkencang paruh Musim
Kamis 30-07-2026,16:12 WIB
Era Baru Big Bike Petualang Dimulai, New NX500 Perdana Meluncur di Indonesia
Kamis 30-07-2026,16:09 WIB