BENGKULU, BE - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) keberatan dengan Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Wakil Bupati Kepahiang, Bambang Sugianto yang akan menurunkan spanduk-spanduk PKS, terkait dengan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia mengatakan, spanduk-spanduk tersebut adalah bagian dari menyuarakan aspirasi rakyat. \"Kami menyuarakan apa yang terjadi dikalangan masyarakat, bahwa mayoritas masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Sehingga apa urusannya mau menurunkan spanduk PKS,\" ujar Ketua Fraksi PKS di DPRD Provinsi Lukman SP, kemarin. Lukman mengatakan tidak ada salahnya PKS memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM. Terlerlalu berlebihan jika spanduk-spanduk tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi pada masyarakat. \"Persoalannya, jika memang tempatnya salah, dimana tempat yang benar. Kalau memang harus izin, kenapa spanduk-spanduk yang lain juga dibiarkan tanpa izin,\" tegasnya. Dia mengatakan tidak hanya kali ini saja, PKS memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM. Tahun sebelumnya, dia mengatakan PKS juga melakukan hal yang sama. \"Kenaikan harga BBM itu kebijakan DPP PKS, sehingga kader di daerah harus mengamankannya,\" tegas Lukman. \"Saya kira memang spanduk lebih tertib, dibandingkan aksi anarkis,\" katanya. Sebelumnya, Wakil Bupati Kepahiang Bambang Sugianto saat rapat dengan Gubernur H Junaidi Hamsyah di Setda Pemprov mengatakan jika mengkhawatirkan pemasangan spanduk penolakan kenaikan harga BBM oleh PKS, hingga kepelosok desa. Karena dianggap bisa memprovokasi masyarakat. \"Saya selaku PDIP dulu juga begitu (pasang spanduk penolakan). Tapi sekarang, PKS juga melakukan. Masalahnya, kader PKS ini lebih militan dibanding PDIP,\" katanya. Gubernur H Junaidi Hamsyah menanggapi, jika memang pemasangan spanduk PKS tidak memiliki izin, Pemda setempat agar mengerahkan Satpol PP untuk mencopot spanduk-spansuk tersebut. \"Kalau memang tidak ada izin, gerakkan Satpol PP untuk mencopotnya,\" kata gubernur. (100)
PKS Keberatan Spanduk Diturunkan
Rabu 05-06-2013,12:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,15:55 WIB
Waspada Kemarau, Damkar Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Senin 27-07-2026,15:59 WIB
Audit BPKP Bergulir, Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar di Disparpora Kepahiang Terus Diusut
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Senin 27-07-2026,15:46 WIB
Spektakuler! Kota Bengkulu Raih Rekor Dunia LEPRID Lewat Tari KATERA 15 Ribu Penari
Terkini
Selasa 28-07-2026,13:04 WIB
Prabowo Minta Kampus Siapkan SDM dan Riset Dukung B60 hingga Etanol
Selasa 28-07-2026,10:51 WIB
Tips #Cari_Aman di Jalan: Biasakan Gunakan Perlengkapan Berkendara Sebelum Naik Motor
Senin 27-07-2026,19:43 WIB
Kokok Yang Kalah Nyaring
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,16:10 WIB