Banner HONDA

Pernah Mengalami Momen yang Terasa Familiar? Ini Penjelasan tentang Déjà Vu

Pernah Mengalami Momen yang Terasa Familiar? Ini Penjelasan tentang Déjà Vu

Pernah Mengalami Momen yang Terasa Familiar? Ini Penjelasan tentang Déjà Vu--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pernah berada di suatu tempat, bertemu seseorang, atau mengalami sebuah kejadian, lalu tiba-tiba muncul perasaan kuat bahwa momen tersebut pernah dialami sebelumnya?

Padahal, jika dipikirkan baik-baik, kejadian itu seharusnya merupakan pengalaman baru. Sensasi aneh seperti inilah yang dikenal dengan istilah déjà vu, bahasa Prancis yang berarti “sudah pernah dilihat”.

Déjà vu merupakan fenomena yang cukup umum dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah tinjauan penelitian menyebutkan bahwa sekitar 60 persen populasi pernah mengalami déjà vu. Fenomena ini umumnya berlangsung singkat dan bukan berarti seseorang benar-benar mengingat kejadian yang sama dari masa lalu.

1. Apa Sebenarnya Déjà Vu?

Déjà vu adalah perasaan familiar terhadap sebuah situasi yang sebenarnya dianggap baru.

BACA JUGA:Tren Fashion Lama Kembali, Kenapa Gaya Retro Makin Digemari Anak Muda?

BACA JUGA:Jangan Biarkan Sneakers Putih Kusam! Begini Cara Merawatnya agar Tetap Bersih

Misalnya, seseorang pertama kali datang ke sebuah kafe. Namun, ketika duduk dan melihat posisi meja, pencahayaan serta suasana di dalamnya, tiba-tiba muncul keyakinan, “Saya seperti pernah mengalami momen ini.”

Yang menarik, orang tersebut biasanya tetap menyadari bahwa situasinya baru. Inilah yang membedakan déjà vu dari ingatan biasa.

Peneliti menggambarkan déjà vu sebagai kondisi ketika rasa familiar muncul bersamaan dengan kesadaran bahwa rasa familiar tersebut sebenarnya tidak tepat. 

2. Otak Bisa Salah Mengenali Rasa Familiar

Salah satu penjelasan ilmiah yang banyak dibahas adalah adanya ketidaksesuaian antara sistem yang menghasilkan rasa familiar dan sistem yang bertugas mengingat kembali pengalaman secara sadar.

Dengan kata sederhana, otak seolah memberikan sinyal, “Ini terasa familiar,” tetapi tidak mampu menemukan ingatan spesifik yang menjadi sumbernya.

Penelitian mengenai memori memang membedakan antara recollection, yaitu kemampuan mengingat kembali suatu kejadian secara spesifik, dan familiarity, yaitu perasaan bahwa sesuatu pernah ditemui tanpa mampu mengingat detailnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: