JATIASIH- Permasalahan kedua orang tua yang didasari oleh perbedaan prinsip hingga faktor ekonomi, mendominasi kasus perceraian di Kota Bekasi. Bukan hanya itu, kurangnya edukasi kepada kedua orang tua mengenai pentingnya mengasuh dan mendidik anak-anak secara benar, dirasakan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kota Bekasi masih sangat minim.
Komisioner Pemantauan dan Evaluasi KPAID Kota Bekasi, Sahroni, mengungkapkan untuk tahun 2012 saja, kasus kekerasan yang dilaporkan kepada pihaknya mencapai ratusan jumlahmya. ’’Dari kasus tersebut, yang paling mendominasi adalah kasus perebutan hak asuh anak,” ujar Sahroni saat dikonfirmasi oleh Radar Bekasi (Grup JPNN), Kamis (30/5).
Dikatakannya, kasus perebutan hak asuh anak tersebut di Kota Bekasi sendiri selalu menjadi yang mendominasi atau paling banyak dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi.
’’Biasanya hal ini terjadi karena biasanya, ketika orangtua mereka bercerai dan si anak yang masih di bawah umur ikut si ibu, si anak kurang betah dan ini menjadi perebutan bagi kedua orangtua mereka,” paparnya.
Ia pun memprediksikan bahwa kasus perebutan hak anak di tahun 2013 ini pasti akan tinggi mengingat kasus perceraian yang terjadi di Kota Bekasi kerap terjadi hingga saat ini.
’’Sebenarnya bukan hanya kasus perebutan hak asuh anak saja yang tinggi di Kota Bekasi, pelecehan seksual hingga ekploitasi anak juga kerap mendominasi di Kota Bekasi dan penyebarannya merata,” tuturnya.
Untuk menekan kasus tersebut, KPAID Kota Bekasi berusaha memberikan sosialisasi dan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Karena KPAID Kota Bekasi prinsipnya tidak memihak kepada salah satu pihak. Dalam kesempatan tersebut, Sahroni berharap bahwa keluarga dapat memberikan peran yang lebih dalam melakukan pendidikan dan pembentukan karakter.
’’Jika rumah tangga tidak dijaga agar harmonis dan nyaman bagi anak-anak, maka mereka tak betah dan akan mencari di luar rumah, akibatnya adalah generasi yang tidak memiliki karakter. Remaja-remaja yang jadi anggota geng motor itu antara lain karena keluarganya berantakan,” pungkasnya.(gir)
Ortu Cerai, Ribut Hak Asuh Mendominasi
Jumat 31-05-2013,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,12:28 WIB
Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Model Baru Pendidikan dan Pemberdayaan Nasional
Senin 19-10-2026,10:31 WIB
Osteoporosis Tak Bergejala, Patah Tulang Panggul Berisiko Fatal bagi Lansia
Senin 19-10-2026,12:22 WIB
Mulai 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis? Simak Penjelasan Mendikdasmen
Senin 19-10-2026,10:54 WIB
Ramadhipa Jaga Peluang Papan Atas Moto3 Junior di Misano
Senin 19-10-2026,12:04 WIB
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap dengan Filosofinya
Terkini
Senin 19-10-2026,16:03 WIB
Drainase di RT 08 Surabaya Permai 1 Dibenahi, Lingkungan Diharapkan Makin Nyaman
Senin 19-10-2026,15:59 WIB
Drainase Perumahan Bumi Mas Dibangun, Warga Bentiring Kini Lebih Tenang Hadapi Musim Hujan
Senin 19-10-2026,15:55 WIB
Dinas PUPR Kota Bengkulu Tingkatkan dan Rehabilitasi Drainase Gang Merpati 18 Rawa Makmur
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Senin 19-10-2026,15:51 WIB