KOTA BINTUHAN, BE- Kementerian Transmigasi mengucurkan Rp 10 miliar, untuk pembangunan sarana dan prasarasan transmigrasi di Desa Kedatan, Kecamatan Maje. Setelah dilakukan musyawarah dengan masyarakat Desa Kedataran Sambat, kemudian juga untuk pembangunan transmigrasi pihak pusat sudah mengumumkan pemenang lelang. Sehingga pembangunan lokasi Transmigrasi akan dilakukan oleh PT Sukri Balak, rencanaya pembangunan tranmigrasi Kedataran akan dilaksanakan akhir Mei ini. \"PT Sukri Balak pemenang tender untuk melaksanan proyek pembangunan transmigrasi kedataran, kemarin pihak PT sudah melakukan koordinasi dengan kita, sehingga akhir bulan ini pembangunan langsung dilakukan,\" ujar Kadisnakertran Kaur Drs Edi Suardi B, kemarin. Adapun dana senilai Rp 10,2 miliar itu, lanjut Edi, nantinya diperuntukan untuk pembangunan 200 unit rumah transmigrasi, pembangunan jalan, Pustu, sarana air bersih, masjid dan rumah UPT Transmigrasi kedataran serta Balai Desa. Pembangunan ini akan selesai diperkirakan akhir september mendatang. \"Semua fasilitas transmigrasi lengkap dibangun semuanya, namun untuk pembangunan jalan belum langsung dihotmic, namun masih pembukaan dan pengerasan sementara,\" jelasnya. Dikatakanya, untuk tahun ini belum dilakukan sebanyak 200 KK. Walaupun pembangunan rumah sebanyak 200 unit, namun untuk penempatanya 100 orang dahulu, sedangkan sisanya tahun 2014. \"Karena ini merupakan petunjuk pusat untuk menyeleksi 50 warga tran asal jawa dan 50 trans lokal, makanya usai bangunan itu jadi maka kita akan tempatkan dahulu 100 KK terlebih dahulu,\" kata Edi. Sementara itu, lokasi trans Kedataran yang akan dibangun pertengahan bulan ini. Total lahan yang sudah disiapkan sebanyak 400 hektar, namun setelah adanya kesepakatan warga maka lahan tranmigrasi di Desa Kedataran ditambah 500 hektar, sehingga totalnya mencapai 900 hektar. \"Saat ini dengan penambahan lokasi tran ini, maka program ini bisa sampai tahun 2015. Dengan lahan seluas 900 hektar ini juga kita sudah melakukan pengecekan,\" jelasnya. Dari lahan 900 hektar ini seluas 400 hektar akan digunakan terlebih dahulu untuk pembangunan 200 unit rumah tran, sedangkan 500 hektar saat ini tetap di inventarisir karena ada beberapa lahan yang masih milik warga yang harus di bebaskan. Sehingga lahan 500 hektar itu akan tetap milik tran, namun prosesnya hingga tahun 2015 mendatang.(823)
Rp 10 M untuk Transmigrasi
Selasa 28-05-2013,21:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,11:54 WIB
Dino Patti Djalal Buka Suara, Tegaskan 28 Tahun Mengabdi untuk Indonesia dan Bantah Tak Nasionalis
Senin 26-10-2026,09:47 WIB
Laporan Rahasia CIA Terungkap, Israel Dibayangi Ancaman Perang Saudara! Ini Pemicunya
Senin 26-10-2026,09:37 WIB
Karhutla Didorong Jadi Bencana Nasional, Nuroji Soroti Konsekuensi yang Harus Dipertimbangkan
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,09:23 WIB
Bentuk Segitiga di Telapak Tangan, Benarkah Jadi Pertanda Datangnya Rezeki?
Terkini
Senin 26-10-2026,16:29 WIB
Pemkot Bengkulu Berpeluang Perpanjang Kontrak PPPK Paruh Waktu
Senin 26-10-2026,16:28 WIB
Sekolah di Kota Bengkulu Bakal Dapat Tambahan Panel Interaktif Digital
Senin 26-10-2026,14:44 WIB
Peran Pesantren Dinilai Besar, Bapperida Mukomuko Dorong Kebijakan Lebih Berpihak
Senin 26-10-2026,14:34 WIB
SP3 Kasus Sawit 1,5 Ton Digugat, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan SKT 1987
Senin 26-10-2026,14:31 WIB