Kartini Bekasi Sulap Limbah Plastik Jadi BBM

Senin 28-09-2026,14:16 WIB
Reporter : ANTARA
Editor : Rajman Azhar

"Teknologi saja tidak cukup. Sebagus apa pun, tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat. Perubahan harus dimulai dari rumah: bagaimana mengurangi, memilah, dan membuang sampah dengan benar. Bekasi harus mengubah citra diri, dari tempat pembuangan sampah menjadi pusat energi baru, inovasi lingkungan, dan kawasan industri hijau. Semua itu hanya terwujud jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama," tegas Tri Adhianto.

Langkah BSU Gempita menjadi bukti nyata pentingnya partisipasi masyarakat. Dari mereka, publik belajar bahwa limbah plastik pun dapat diolah hingga bernilai guna dan ekonomis.

Semangat para ibu ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah tak sekadar mengandalkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku, termasuk mengikis kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah menjadi kunci krusial agar limbah tidak tercampur dan memperberat beban di tempat pembuangan akhir.

Kehadiran PSEL Bantargebang diharapkan menjadi lompatan besar dalam menguatkan sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada dukungan masyarakat melalui kebiasaan sederhana: memilah sampah dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan.(ANTARA)

Kategori :

Terkait