Pelabuhan Pulau Baai dan Denyut Ekonomi Bengkulu

Kamis 28-05-2026,09:53 WIB
Reporter : ANTARA
Editor : Rajman Azhar

Untuk mendukung kelancaran arus logistik tersebut, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu memastikan pelayanan optimal di Pelabuhan Pulau Baai.

Pelayanan optimal diberikan untuk berbagai kebutuhan distribusi logistik, mulai dari curah cair seperti CPO dan aspal, hingga general cargo berupa alat berat, material konstruksi, bag cargo, dan peti kemas.

Demi mendukung keandalan layanan, tersedia fasilitas dermaga sepanjang 494 meter yang terhubung dengan gudang seluas 1.750 meter persegi serta lapangan penumpukan mencapai 38.110 meter persegi.

Aktivitas bongkar muat didukung dengan peralatan mumpuni seperti conveyor belt, gantry luffing crane, wheel loader, ekskavator, reach stacker, forklift, head truck, chassis, serta jembatan timbang.

PTP Nonpetikemas menilai Provinsi Bengkulu memiliki peran strategis dalam mendukung rantai logistik nasional, khususnya untuk komoditas curah kering seperti batu bara, clinker, batu kapur, dan cangkang sawit.

Pada Mei 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu kembali menghadirkan layanan baru melalui pengoperasian sistem drop tank untuk menunjang kegiatan bongkar muat curah cair di Pelabuhan Pulau Baai.

Sistem drop tank digunakan sebagai media transit muatan curah cair dari truk sebelum dipompa ke kapal. Dengan sistem tersebut, proses operasional diklaim menjadi lebih efektif, cepat, dan terkontrol.

Menurut PTP Nonpetikemas, penerapan metode drop tank merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan operasional, terutama dalam meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses muat kargo curah cair.

Melalui sistem ini, proses bongkar dari truk menuju media transit di Pelabuhan Pulau Baai dapat dilakukan secara simultan dan lebih optimal sebelum muatan dipompa ke kapal pengangkut.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan implementasi layanan drop tank merupakan bagian dari strategi inovasi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan operasional pelabuhan.

"Inovasi ini sebelumnya telah diterapkan di Pelabuhan Pangkal Balam dan kini mulai diimplementasikan di Bengkulu. Kami berharap inovasi ini dapat mendukung kelancaran logistik serta meningkatkan daya saing pelabuhan," ujarnya.

Sebelumnya, penanganan kargo curah cair masih menggunakan pola konvensional yang membutuhkan waktu lebih lama dalam proses transfer muatan.

Melalui implementasi sistem drop tank, pola operasional menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan waktu sandar kapal (port stay).

Penerapan sistem tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan operasional yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di Pelabuhan Pulau Baai.

Gerbang Ekonomi Sumatera

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Provinsi sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Kategori :