BENGKULUEKSPRESS.COM – Program strategis nasional di sektor kelautan dan perikanan dipastikan berlanjut di Provinsi Bengkulu pada tahun anggaran 2026. Pemerintah Pusat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu menetapkan wilayah terluar, Pulau Enggano, sebagai lokasi utama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Proyek ambisius ini diproyeksikan menyerap anggaran sebesar Rp25 miliar yang bersumber dari APBN. Dana tersebut akan dialokasikan untuk menyulap kawasan pesisir Enggano menjadi sentra perikanan modern yang terintegrasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Syafriandi, menegaskan bahwa KNMP bukan sekadar pembangunan fisik infrastruktur semata. Program ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir.
"Kehadiran infrastruktur modern di Pulau Enggano diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memberdayakan nelayan lokal agar memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional," ungkap Syafriandi, Rabu (25/2).
BACA JUGA:11.969 Peserta PBI JK Bengkulu Selatan Nonaktif, BPJS dan Pemda Gelar Verifikasi
Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur pada tahun 2025 dengan total anggaran fantastis mencapai Rp75 miliar. Syafriandi memastikan pengerjaan di dua wilayah tersebut akan segera tuntas dalam waktu dekat.
"Pembangunan di Seluma dan Kaur hampir selesai. Dengan begitu, fokus pengerjaan tahun ini sepenuhnya beralih ke Pulau Enggano dengan alokasi Rp25 miliar," tambahnya.
Melalui program KNMP 2026, Pulau Enggano diharapkan tidak hanya menjadi wilayah terluar secara geografis, tetapi juga menjadi garda terdepan pertahanan pangan sektor kelautan yang mandiri dan sejahtera bagi Provinsi Bengkulu.(**)