Gurita Asal Kabupaten Kaur Diekspor ke Amerika dan Jepang, Capai 25 Ton Perbulan

Senin 12-12-2022,11:54 WIB
Reporter : Khairullah Syekhdi
Editor : Rajman Azhar

=foto Bupati Kaur Lismidianto 

 

Dua Kali Rekor Dunia

 

Pemkab Kaur berhasil dua kali memecahkan rekor Muri dunia. Hal itu dikarenakan Pemkab Kaur menyajikan 6.011 tusuk sate gurita pada tahun 2018 dan 10.500 tusuk sate gurita pada Festival Gurita 2022 yang digelar di Pantai Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan.

“Ya alhamdulilah kita sudah dua kali memecahkan rekor dunia dengan sajian sate gurita terbanyak,” kata Bupati Kaur, H. Lismidianto melalui Plt Kepala Dinas Pariwisata Kaur Mul Junias ST.

Mul Junias menjelaskan Festival Gurita yang telah menjadi agenda Kabupaten Kaur yang memang diketahui memiliki potensi gurita yang banyak, membuat sate gurita terkenal khas dan hanya ada di Kabupaten Kaur.  OLeh karena itu, Muri memberikan apresiasi rekor dunia agar kuliner khas ini bisa mendunia. 

Ia berharap dengan rekor Muri ini ke depan bisa mengangkat nama Kabupaten Kaur agar lebih go Internasional karena memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata dan kuliner.

“Pencapaian rekor MURI penyajian sate gurita terbanyak yang sudah kita dapat dua kali ini, semoga kedepannya objek wisata Kaur dan kuliner gurita makin makin dikenal dunia,” harapnya. 

 

//Diolah Jadi Kerupuk

Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Kaur, terutama di Industri Kecil Menengah (IKM) terus melakukan inovasi. Salah satunya yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Tenaga Kerja Mandiri (UTKM) Pembuatan Kerupuk Gurita Wanita Sehijean Binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaur di Desa Sumber Harapan Kecamatan Maje.

Usaha kerupuk dengan bahan baku gurita basah itu sudah berlangsung lebih dua tahun, dan saat ini terus berkembang jualan kerupuk gurita hingga luar Kabupaten Kaur.

“Ini lumayan membaik, saat ini para ibu-ibu seminggu dua kali menggoreng kemudian dilanjutkan dengan pengemasan,” kata Kades Sumber Harapan, Tapsir.

Sementara itu, Ketua UTKM Wanita Sehijean, Erna Gusni Juita mengaku usaha kerupuk gurita itu melibatkan sejumlah ibu rumah tangga di desanya. Tentunya hal ini membuat lapangan pekerjaan dan menciptakan penghasilan tambahan dengan warganya terutama IRT. Saat ini, pihaknya menjual kerupuk gurita dua versi yakni persi sudah siap santap dan satu lagi yakni sudah dijemur dan siap goreng.

“Alhamdulillah kita sudah masuk pasar ke warung-warung ada yang bagian antaranya bahkan kita juga jualan online pembeli kita bahkan ada yang dari Jakarta kebetulan warga Kaur yang rindu dengan rasa gurita,” ujarnya.

Kategori :